Pesan Kyai Maimun Zubair Untuk Guru, Dosen dan Kyai

image

Serambimata.com – Dalam setiap kesempatan, baik di hadapan para santrinya, para tamu dari berbagai kalangan dan profesi serta pengajian-pengajian umum, KH. Maimun Zubair selalu menyampaikan pesan-pesan bijak dan menyentuh. Salah satu pesan Ulama sepuh yang  akrab dipanggil Mbah Mun yang patut untuk direnungkan adalah nasehat beliau kepada para guru, dosen bahkan Kiai.

Mbah Mun menasihati para guru, dosen dan Kiai tak hanya mengandalkan bayaran dari profesinya. Beliau juga mengingatkan kepada para Kiai agar tidak selalu berharap pemberian orang lain. Oleh karena itu, mereka harus memiliki usaha sampingan.

“Nak, kamu kalau jadi guru, dosen atau jadi kiyai kamu harus tetep usaha, harus punya usaha sampingan biar hati kamu nggak selalu mengharap pemberian ataupun bayaran orang lain, karena usaha yang dari hasil keringatmu sendiri itu barokah”. Demikian Pesan Mbah Mun.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang itu juga memberikan lima nasihat penting untuk kita terkait dengan berbagai aspek kehidupan. Berikut kelima nasihat itu:

1. Ojo kakehan suudzon mundak peteng ati lan rekoso urip (jangan sering buruk sangka biar hatimu tidak gelap dan tidak hidup sengsara)

2. Benci ojo nemen-nemen mundak nyanding (jangan terlalu benci nanti malah nempel)

3. Kudu wani ngetoke gagah senajan rasane kudu nangis (harus berani tampil kuat meski sebenarnya pengen nangis)

4. Aku seneng karo wong sing ora patio weruh donyo (aku suka dengan orang yang tidak begitu mengurusi harta dunia)

5. Yen duwe karep kok durung istitho’ah ojo dipikir nemen-nemen mundak cepet mati (kalau punya keinginan tapi kok belum mampu maka jangan terlalu dipikir supaya tidak cepat mati)

6. Santri yen wes muleh kudu wani istiqomah (santri kalau sudah pulang kampung dari tempat belajar/pondok pesantren harus berani istiqomah)

Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan umur panjang. Kita juga diberi kemampuan untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Amiin.

Sumber Prapatanjaini

Posted on 28 Maret 2016, in Sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. isinya nasehatnya boleh juga, tapi sayangnya beritanya terkesan mengada-ada, berita yang bersifat hoak, terkesan seolah nasihatnya merupakan sebuah kalimat pembohogan yang sebenarnya tidak diucapkan oleh mbah Maimun, tapi lebih kepada pendapat pribadi penulis atau orang-orang yang menitipkan kalimat untuk disandarkan kepada beliau.

    Suka

  2. Muhammad Taufiqqurrohman

    “Nak, kamu kalau jadi guru, dosen atau jadi kiyai kamu harus tetep usaha, harus punya usaha sampingan biar hati kamu nggak selalu mengharap pemberian ataupun bayaran orang lain, karena usaha yang dari hasil keringatmu sendiri itu barokah”. Demikian Pesan Mbah Mun.

    pesan yang terkesan sederhana, tetapi kalau dilakukan akan memunculkan hal sangat luar biasa. betapa banyak ilmuawan, kiyai, dosen, dan guru yang tidak berani menyampaikan kebenaran, atau tidak berani berpegang kuat pada idealismenya karena takut perutnya lapar. dengan memiliki sumber penghasialan lain, orang akan lebih berani teguh pada prinsip yang ia pegangi.

    kiayi, ilmuwan, dosen, dan guru yang nyambi untuk mencari maisyah yang lain sangat baik. ” tidak profesianal ” kata orang acukan saja. Imam Hanafi yang tersohor dari empat madzhab terbesar di dunia ini juga seorang pedagang. apakah kita malu bila dikatatkan ‘ TIDAK PROFESIONAL”? seharusnya kita lebih malu demi tercukupinya urusan perut sampai menjual ” kebenaran”.

    Disukai oleh 1 orang

    • Sip mas muhammad,saya pernah mengikuti ngaji ke mbah maimun,di cepu/blora memang beliu apa adanya yg di sampaikan tidak mengada ada..ilmu ya ilmu harus di sampaikan mau orang itu menjalankan atau tidak itu urusan masing”baik untukmu burukpun untukmu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: