Belajar Dari Polwan Berjilbab Australia Dalam Memperkenalkan Islam

image

Zen Mohammad Kassim

Serambimata.com“Dengan lebih banyak petugas polisi dari berbagai latar belakang, maka masyarakat akan lebih menerima perbedaan”. Kalimat itu yang selalu dipegang oleh seorang polisi wanita Australia berjilbab yang bernama Zen Mohammad Kassim dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang polisi. Sehingga melalui dirinya Islam lebih dikenal ramah, damai dan toleran terhadap perbedaan.

Polisi cantik dari Perth, Australia tersebut berpenampilan cukup berbeda dari rekan-rekannya sesama penegak hukum. Dilansir dari ABC News, Kamis (24/3), dia adalah anggota kepolisian Australia berhijab. Sebelumnya Kassim bekerja sebagai anggota kepolisian Singapura.

Namun pada 2007, setelah 18 tahun bekerja di Singapura, dia pindah ke bagian barat Australia dalam rekrutmen oleh pihak kepolisian negeri kangguru itu. “Orang-orang di sekitar saya dulu tampak serupa dengan saya, tetapi di sini saya sangat berbeda,” tutur Kassim, mengenai keberadaannya di negara dengan warga mayoritas keturunan Kaukasian itu.

Tugas Kassim di Perth adalah berurusan dengan para migran, menjembatani kebudayaan-kebudayaan yang dibawa oleh para pendatang di negara tersebut. Biasanya Kassim akan menemui imigran atau pengungsi yang baru datang di Perth untuk meyakinkan mereka membangun kepercayaan dengan kepolisian setempat. Menurutnya, banyak warga pendatang yang takut dengan polisi karena kebanyakan dari negara asal mereka polisi bertindak agresif dan sulit untuk didekati.

“Saya menjelaskan pada komunitas multikultural bahwa polisi di sini bersahabat, dan kami tulus membantu mereka, dan kami bersahabat,” jelasnya. “Saya katakan pada mereka, ‘Anda bisa mendatangi kantor polisi manapun atau menelepon polisi dan mereka akan membantu’.”

Kassim percaya, caranya mendekati imigran menciptakan perbedaan yang nyata. Saat ini lebih banyak wanita migran yang mau membuka pintu, melaporkan berbagai insiden kekerasan dalam rumah tangga yang mereka alami. Namun ia merasa pihak kepolisian masih harus lebih banyak merekrut petugas kepolisian dari berbagai latar belakang budaya.

Kassim sendiri berkat kerja kerasnya menyatukan masyarakat multikultural mendapat Penghargaan Multikultural Australia Barat. Dia mengingatkan pula, dengan lebih banyak petugas polisi dari berbagai latar belakang, maka masyarakat akan lebih menerima perbedaan.

Sumber Republika

Posted on 29 Maret 2016, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: