Jerman: Islam Agama Damai, Media dan Pengikut Islam yang Memperburuk Citranya

“Musuh utama Islam saat ini adalah mereka yang mengaku sebagai pengikutnya, akan tetapi justru menyebarkan teror mengatasnamakan agama,”

Serambimata.com – Islam sebagai agama yang Rahmatan lil alamin sudah diegaskan dalam Al Qur’an. Hadist Nabi pun tidak sedikit yang memperkenalkan bahwa Islam adalah agama yang damai. Kalaupun akhirnya Islam lebih dikenal sebagai agama yang buruk dan mengedepankan kekerasan itu tidak lebih karena faktor media dan kelompok yang mengaku pengikut Islam tapi selalu menyebar teror dengan membawa-bawa agama.

Adalah Juru bicara komite Imigrasi Jerman, Borjard Drager. Ia menegaskan bahwa medialah pihak yang bertanggung jawab menditorsikan citra Islam dari agama yang damai dan baik menjadi buruk dan kekerasan.

image

Juru bicara komite Imigrasi Jerman, Borjard Drager

Pernyataan ini dikatakan Borjard Drager beberapa waktu lalu menanggapi kampanye buruk terhadap Islam, seperti dilansir situs Huffington Post Amerika Serikat.

“Islam adalah agama yang damai, jauh lebih baik kita mengenalnya lebih dalam dari apa yang dipromosikan oleh media,” ujar Borjard Drager.

Borjard Drager melanjutkan, “Musuh utama Islam saat ini adalah mereka yang mengaku sebagai pengikutnya, akan tetapi justru menyebarkan teror mengatasnamakan agama,” seraya menyerukan upaya bersama untuk menghadapi terorisme yang tidak mengenal ras, suku, dan agama.

Perlu diketahui bahwa hingga akhir tahun 2015 pemerintah Jerman sedikitnya telah menerima 1 juta pengungsi asal Timur Tengah, khususnya Suriah.

Sumber : Eramuslim

Posted on 30 Maret 2016, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: