Sadis dan Kejam! TKI Asal Banyuwangi Alami Siksaan di Jeddah Arab Saudi

image

Fariha bin Faqi

Serambimata.com – Nasib tragis dialami saudara kita Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Fariha bin Faqi TKI overstayer mengalami penyiksan kejam dan sadis di Jedah Arab Saudi. Bayangkan saja selama 11 hari ia disekap dan mengalami penyikasaan oleh majikan yang mempekerjakannya, hingga sekujur tubuhnya mengalami luka-luka lebam

Dilansi di laman LiputanBMI.com,  Perempuan berusia 55 tahun ini diketahui seorang TKI overstayer yang bekerja jam-jaman/harian di kota Jeddah. Pada Kamis (31/3) malam ia dikeluarkan oleh majikannya dengan badan penuh luka dan kepala mengeluarkan darah. Kepada BMI-SA, Fariha mengaku dipukul oleh majikannya menggunakan baskom, sehingga bagian wajahnya memar dan penglihatan mata bagian kiri terganggu.
“Ia dikeluarkan karena majikannya ketakutan melihat Fariha mengalami pendarahan yang cukup banyak. Selama disekap 11 hari Fariha kerap dipukul dan diperlakukan tidak manusiawi.” papar Ketua Umum BMI-SA Ganjar Hidayat, Senin (4/4).

Lebih lanjut Ganjar mengungkapkan, tak hanya penyiksaan yang diterima Fariha, selain gaji yang tidak dibayar, sejumlah barang berharga miliknya pun dirampas oleh majikannya.

“Ini adalah kasus penyiksaan, perampasan dan perlakuan tidak manusiawi. Kasusnya akan kita kawal sampai tuntas, kemarin rumah majikannya sudah kita lacak dan sudah di informasikan KJRI Jeddah,” ujarnya.

Sementara itu Pelaksana Fungsi Naker Jeddah Hertanto Setyo Prawoko menjelaskan pihaknya sudah membawa Fariha ke Tarhil Sumayshi untuk di sidik jari dan melaporkan kasus tersebut ke Kantor Polisi setempat.

“Kita sudah lakukan sidik jari untuk mengeluarkan datanya, karena tanpa data, kita tidak bisa melapor ke pihak berwenang. Hari ini pihak KJRI dan Kepolisian Saudi akan mendatangi rumah majikan, informasi selanjutnya akan saya kabari lagi,” kata Hertanto saat dikonfirmasi via selulernya.

Masih kata Hertanto, Fariha sudah malakukan visum badan dan tinggal melakukan visum mata untuk melengkapi berkas pengaduan ke Polisi.

“Sekarang kita sedang melengkapi berkas-berkas yang diminta Kepolisian untuk administrasi pengaduan, tinggal meminta surat pengantar dari Kepolisian ke dokter mata,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Fariha berangkat ke Arab Saudi sejak tahun 2011, karena tidak cocok dengan majikannya, kemudian ia kabur dan bekerja harian serta tinggal di penampungan. Pada Minggu (3/4) ia diantar Ketua I BMI-SA Wahyudi Astra ke KJRI Jeddah agar kasusnya mendapat perlindungan dan keadilan.

Sumber: LiputanBMI.com

Posted on 5 April 2016, in Ekonomi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: