Menjawab Tuduhan Wahabi Membaca Al Qur’an di Kuburan Bit’ah dan Syirik

image

Serambimata.com – Tuduhan disertai hinaan terhadap amaliah Aswaja terus dihembuskan oleh kelompok Wahabi, baik melalui ceramah-ceramah dan majelis ta’lim maupun melalui berbagai media milik mereka. Sayangnya di setiap argumen dan dalil dihadirkan untuk menjawab tuduhan mereka maka pada saat itu pula mereka membantahnya dan  tetap tak mau menerimanya sambil melempar tuduhan lainnya, yang hadist dha’if lah, hadist palsu, dan tuduhan lainnya.

<!–more–

Salah satu ungkapan yang diulang-diulang adalah vonis bit’ah, syirik bahkan kafir terhadap amaliah membaca Al Quran di kuburan. Padahal bagi Aswaja, membaca al-Qur’an dikuburan yang pahalanya ditujukan kepada orang yang meninggal atau penghuni kubur merupakan amaliyah sunnah yang telah mentradisi atau biasa dilakukan di kalangan umat Islam.

Tetapi bagi orang-orang Wahhabi, amaliyah itu dianggap haram dan dianggap sebuah kesyirikan. Anggapan orang wahhabi itu jelas-jelas tidak benar. Antara syirik dan baca al-Qur’an dikuburan, dimana korelasinya?!. Orang-orang wahhabi yang banyak muncul di sosial media, bahkan dengan ketidak tahuannya (jahil) menganggap membaca al-Qur’an di kuburan sama seperti Yahudi. Menurut mereka, itu ritual kafir Yahudi. Apakah Yahudi baca al-Qur’an?!.

Seperti salah satu status facebook pengikut Wahhabi yang mempersoalkan amaliah membaca Al Quran di kuburan berikut ini :

Inilah sebab-nya mengapa Nabi tidak pernah baca-baca Al-Qur’an di Kuburan.
Karena perbuatan Semacam itu adalah Tradisi & ritual kaum Kafir YAHUDI !
Maka janganlah Ummat Islam mengikuti cara seperti itu … !
Jangan membaca-baca Al-Qur’an di Kuburan dan Jangan pula meng-Agung-Agung-kan
Kuburan Manusia manapun.
Termasuk menjadikan Kuburan Orang-Orang Sholeh terdahulu sebagai Masjid atau tempat Ibadah. Karena telah ada Larangan dari Beliau ﷺ, sebagaimana dalam sabdanya :
ألا [ وإن ] من كان قبلكم [ كانوا ] يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد ، ألا فلا تتخذوا القبور مساجد
” Dan ketahuilah, (sesungguhnya) orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur para nabi mereka dan orang-orang shalih diantara mereka sebagai masjid “
فإني أنهاكم عن ذلك
” (Maka) Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal itu ”
[Hadits Diriwayatkan oleh imam Muslim no. 532 dan Abu ‘Awanah 1/401].
(dari Status Abu Zahra)

https://www.facebook.com/AkhbetBummiMadara/posts/10205669630688203?fref=nf  https://www.facebook.com/AkhbetBummiMadara?fref=nf

Wahhabi Tidak Mengerti dan Tidak Tahu Dalil

Dala tulisan orang Wahhabi diatas disebutkan bahwa sebab Nabi tidak baca al-Qur’an dikuburan karena itu adalah ritual kafir Yahudi. Ini sebuah kejahilan yang terang bederang, sebab apakah di zaman Nabi, Yahudi membaca al-Qur’an dikuburan ?. Apakah pernah Nabi melarang membaca al-Qur’an dikuburan ?

Justru Nabi Muhammad Saw memerintahkan membaca ayat/ surah dari al-Qur’an dikuburan.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ فَلاَ تَحْبِسُوْهُ وَأَسْرِعُوْا بِهِ إِلَى قَبْرِهِ وَلْيُقْرَأْ عِنْدَ رَأْسِهِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَعِنْدَ رِجْلَيْهِ بِخَاتِمَةِ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ فِي قَبْرِهِ (رواه الطبراني في الكبير رقم 13613 والبيهقي في الشعب رقم 9294 وتاريخ يحي بن معين 4 / 449)

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda: Jika diantara kalian ada yang meninggal, maka janganlah diakhirkan, segeralah dimakamkan. Dan hendaklah di dekat kepalanya dibacakan pembukaan al-Quran (Surat al-Fatihah) dan dekat kakinya dengan penutup surat al-Baqarah di kuburnya” (HR al-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir No 13613, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman No 9294, dan Tarikh Yahya bin Maid 4/449)

Al-Hafidz Ibnu Hajar memberi penilaian pada hadis dengan kualitas hasan. Artinya hukumnya sama seperti hadits shahih lainnya.

فَلاَ تَحْبِسُوْهُ وَأَسْرِعُوْا بِهِ إِلَى قَبْرِهِ أَخْرَجَهُ الطَّبْرَانِي بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ (فتح الباري لابن حجر 3 / 184)

HR al-Thabrani dengan sanad yang hasan” (Fath al-Bari III/1

84)

Para sahabat dahulu sudah biasa bolak balik dan beramai-ramai membaca al-Qur’an dikuburan . Ini disebutkan dalam kitabnya murid Ibnu Taimiyah yaitu Ibnul Qayyim al-Jauziyyah didalam kitab Ar-Ruh.

وَذَكَرَ الْخَلاَّلُ عَنِ الشُّعْبِي قَالَ كَانَتِ اْلأَنْصَارُ إِذَا مَاتَ لَهُمُ الْمَيِّتُ اِخْتَلَفُوْا إِلَى قَبْرِهِ يَقْرَءُوْنَ عِنْدَهُ الْقُرْآنَ (الروح : 11)

“al-Khallal menyebutkan dari Syu’bi bahwa sahabat Anshar jika diantara mereka ada yang meninggal, maka mereka bergantian ke kuburnya membaca al-Quran” (Ibnu Qayyim, al-Ruh: 11)

Jangan Jadikan Kuburan sebagai Masjid ?

Hadits mengenai larangan menjadikan kuburan sebagai masjid diatas sering kali digunakan oleh Wahhabi untuk melarang shalat di masjid yang dibangun di sekitar pekuburan atau didalam masjid ada kuburannya. Kalau hadits tersebut dijadikan larangan untuk membaca al-Qur’an dikuburan, jelas-jelas tidak ada kaitannya.

Bagaimana ulama menanggapi hadits tersebut atau hadits-hadits sejenisnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan sebagai berikut:

وَقَالَ الْبَيْضَاوِيّ : لَمَّا كَانَتْ الْيَهُود وَالنَّصَارَى يَسْجُدُونَ لِقُبُورِ الْأَنْبِيَاء تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِمْ وَيَجْعَلُونَهَا قِبْلَة يَتَوَجَّهُونَ فِي الصَّلَاة نَحْوهَا وَاِتَّخَذُوهَا أَوْثَانًا لَعَنَهُمْ وَمَنَعَ الْمُسْلِمِينَ عَنْ مِثْل ذَلِكَ ، فَأَمَّا مَنْ اِتَّخَذَ مَسْجِدًا فِي جِوَار صَالِح وَقَصَدَ التَّبَرُّك بِالْقُرْبِ مِنْهُ لَا التَّعْظِيم لَهُ وَلَا التَّوَجُّه نَحْوه فَلَا يَدْخُل فِي ذَلِكَ الْوَعِيد (فتح الباري لابن حجر – ج 2 / ص 148)

“al-Baidlawi berkata: Ketika Yahudi dan Nasrani bersujud kepada kuburan para Nabi karena mengagungkan mereka dan menjadikannya sebagai kiblat dalam salat serta menjadikannya berhala, maka Nabi melaknatnya dan melarang umat Islam melakukannya. Sedangkan orang yang menjadikan masjid di dekat orang saleh dan bertujuan mencari berkah berada di dekatnya, bukan untuk mengagungkan dan menghadap kearahnyanya, maka tidak masuk dalam ancaman tersebut” (Fath al-Bari 2/148)

والنهي عن الصلاة في المقابر مختص بالمنبوشة لما فيها من النجاسة

“Pelarangan shalat di perkuburan adalah tertentu pada kuburan yang terbongkar tanahnya karena terdapat najis”. (Al-Munawi, Faidlul Qadir 4/466)

Posted on 8 April 2016, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. aneh memang dengan wahabi… kitab suci gak boleh dibaca… lebih baik baca alquran toh dari pada ngobrol di kuburan…

    http://singindo.com/2016/04/08/ayah-sonya-depari-meninggal-dunia/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: