Senandung Sholawat dan Suara Merdu TNI ini Pukau Hadirin

image

Serambimata.com – Siapa sangka, Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau masyarakat biasa menyebutnya dengan ‘tentara’ yang kesehariannya selalu terlihat memanggul senjata ternyata merdu menyenandungkan Sholawat dan piawai memukul rebana. Pamandangan langka itu terlihat di acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (09/04/2016), di Masjid Arafah yang ada di lingkungan Perumahan Ayuban, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Adalah kelompok Sholawat Hadrah Kostrad Rider Batalyon 514 Bondowoso yang tampil di hadapan ratusan hadirin dengan membawakan  sholawat barzanji. Dengan tetap mengenakan seragam doreng ciri khas TNI, delapan personil anggota TNI tersebut dengan fasih dan suara merdu menyenandungkan sholawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan tangan merekapun piawai memukul rebana mengiringi bacaan sholawat yang mereka bawakan.

Umat Islam yang hadir mengikuti pengajian dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad itupun terpukau, bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata karena terharu  menyaksikan penampilan para personil TNI tersebut. Apalagi suara dan kekompakan mereka dalam membawakan baca’an sholawat bagaikan kelompok hadrah profesional.

“Wah, kalau cuma group hadrah di kampung-kampung lewat dah, kalau dibandingkan dengan group hadrah TNI yang baru saja tampil itu”, celetuk Basri Fauzi, salah satu jama’ah yang hadir usai group hadrah Kostrad Rider Batalyon 514 Bondowoso itu tampil.

image

Group hadrah Kostrad Rider Batalyon 514 Bondowoso

Hadir sebagai penceramah, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. Dalam ceramahnya, Kiai muda kharismatik itu mengingatkan tentang pentingnya memahami dan memperingati Isra’ mi’raj tidak hanya sebatas ceremonial saja, tapi diharapkan dapat merubah sikap dan peningkatan kualitas Ibadah menjadi lebih baik usai memperingati Isra’ Mi’raj.

“Isra’ mi’raj selama ini hanya formalitas, hanya mengaji ketika dalam pengajian, usai pengajian kembali ke jahilian. Kita selama ini hanya ramai di halaman masjid tapi tdk sampai ke dalam masjid” Kata Kiai Azaim.

image

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menyampaikan ceramah hikmah Isra' Mi'raj

Menurutnya Isra’ mi’raj adalah kesempatan utk bermuhasabah, apakah setelah acara akan ada perubahan menuju lebih baik, baik masyarakatnya ataupun masjidnya. Karena Masjid adalah potret kehidupan masyarakatnya. (Hans).

Posted on 12 April 2016, in Agama and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: