Gus Mus: NU dan Muhammadiyah Benteng NKRI, Tidak Boleh Lemah

image

Serambimata.com – Banyak yang menaruh harap pada dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dua ormas yang sama-sama mempunyai andil besar dalam merebut kemerdekaan Indonesia itu diyakini sebagai kekuatan dan benteng NKRI. Karenanya keduanya tidak boleh lemah, agar kedua benteng tersebut tetap kokoh dan kuat untuk dapat membendung upaya  kelompok-kelompok tertentu yang berusaha merongrong kedaulatan RI.

Hal itu disampaikan tokoh NU KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Ia menilai bahwa peran organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah adalah benteng negara kesatuan Republik Indonesia.

“NU dan Muhammadiyah itu benteng NKRI. Makanya banyak yang mengadu domba NU dan Muhammadiyah. Boleh dibilang NU dan Muhammadiyah adalah kekuatan Indonesia,” jelasnya.

Gus Mus berharap, NU dan Muhammadiyah tetap memperkuat dirinya masing-masing demi menjaga keutuhan NKRI. Selama ini peradaban Islam di nusantara adalah NU dan Muhammadiyah. Karenanya banyak orang yang berharap kedua organisasi sosial masyarakat keagamaan itu melemah.

“Kalau sudah melemah, paham apapun akan mudah masuk dan bisa menghancurkan soliditas NKRI,” tambahnya.

Terkait dengan ISIS, nenurut pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Raudlatut Thalibin di Rembang itu, yang mendukung ISIS adalah orang-orang yang tidak mengerti Islam secara benar.

“Kalau kita tidak waspada, bisa saja (ISIS) masuk ke Indonesia. Pemerintah maupun masyarakat kita harus benar-benar waspada dan tidak menggampangkan manuver mereka,” ujar Gus Mus saat menjadi pembicara di sela acara launching Institute for Nusantara Studies (INNUS) di aula kampus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, beberapa waktu lalu.

Gus Mus mengatakan, selama ini terorisme juga diwaspadai bersama-sama baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Apalagi orang sudah tahu bahwa nggak bisa mbelani (membela) ISIS kecuali orang yang tidak mengerti agama, tidak mengerti Islam. Kita tahu persis bahwa ISIS itu bukan Islam,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan, di era globalisasi yang mengedepankan sarana komunikasi internet dewasa ini, gerakan radikalisme bisa mempengaruhi masyarakat melalui informasi teknologi (IT).

“Komunikasi dan pengaruh (ISIS) itu bisa mereka lakukan melalui IT. Syukur, kemampuan berselancar di internet kita tengarai belum bisa mempengaruhi masyarakat pedesaan. Mereka (ISIS) tidak bisa ngomong (menyampaikan pesan) ke wong ndeso dan enggak ada yang mudeng (mengerti). Hanya saja, yang kita khawatirkan justru anak-anak kita yang sudah lancar internetan,” ujar Gus Mus sambil menambahkan, teknologi informasi diakuinya tidak bisa dibendung. Hanya pada diri masing-masing yang bisa memfilternya.

“Kalau memfilter IT itu sulit. Kemenkominfo saja ndak bisa. Yang bisa memfilter itu diri kita sendiri,” ujarnya.

Sumber: satuislam.org

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 19 April 2016, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Allah huakbar

    Suka

  2. SORI, SERATUS PERSEN SAYA TIDAK PERCAYA

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: