Sistem Khilafah Itu Sekuler Bukan Relijius?

image

Serambimata.com – Sistem Khilafah Itu Sekuler Bukan Relijius. Para pengusung dan pengecer sistem politik-pemerintahan khilafah seperti Huzbut Tahrir selalu mengklaim bahwa sistem dan konsep khilafah adalah religius, bukan sekuler seperti demokrasi,”made-in” Tuhan bukan produk manusia, berdasar Al-Qur’an yang suci bukan buku-buku yang profan. Ingat baik-baik: semua itu hanyalah klaim belaka tidak lebih dari “propaganda politik.”

Tidak ada ideologi politik dan sistem pemerintahan di dunia ini yang “religious”. Semuanya sekuler karena hasil dari pemikiran dan interpretasi manusia. Baik teokrasi, demokrasi, teo-demokrasi, komunisme, Pancasila, Negara Islam, khilafah, dlsb semuanya adalah produk kebudayaan manusia yang profan, bukan ciptaan Tuhan yang sakral. Tuhan jelas tidak mengurusi sistem politik-ekonomi-pemerintahan. Dia juga tidak menggubris aneka ideologi.

Al-Qur’an dan kitab keagamaan bukan berbicara sebuah sistem yang baku melainkan hanya prinsip-prinsipfundamental-universal kemanusiaan yang sangat fleksibel atau tentang “etika berpolitik” dan bermasyarakat.

Jika ada juklak dan juknis tentang “Negara Islam” atau “Khilafah” dalam Al-Qur’an, tentunya Nabi Muhammad dan para sahabat akan mempraktekkan ini. Kenyataannya tidak. Keempat sahabat pengganti Nabi Muhammad (Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali) menggunakan aneka-ragam sistem politik-pemerintahan dan mekanisme pemilihan pemimpin yangberlainan (ada yang via penunjukan, musyawarah, komite pemilihan, dll).
Sistem politik-pemerintahan model khilafah sendiri kan baru lahir sekitar 661 M setelah melalui perang sipil antar-umat Islam yang sangat memilukan. Pendiri Daulah Umayyah, Muawiyah Bin Abu Sofyan adalah seorang “warlord” yang sangat kejam.Jika argumen bahwa khilafah itu adalah sistem politik-pemerintahan islami karena”didukung” Al-Qur’an, maka ideologi politik-ekonomidan sistem pemerintahan yang lain seperti demokrasi juga mendapat “restu” Al-Qur’an karena banyak ayat-ayat yang berbicara tentang pentingnya musyawarah dan kedaulatan rakyat.

Al-Qur’an juga berbicara tentang larangan memonopoli peredaran kekayaandan distribusi sumber-sumber ekonomi pada orang dan kelompok tertentu saja tetapi harus merata. Prinsip ini kan sebtulnya sangat “Marxis-Komunis”.Jadi para cheerleaders sistem Khilafah, hentikanlah klaim-klaim dan omong-kosong kalian. Apa yang selama ini kalian lakukan hanyalah bentuk “pembodohan publik” yang sangat tidak mendidik dan tidak mencerdaskan kehidupan berbangsadan bernegara…

(Sumber dari penggagas khilfah yang kemudian bertaubat, via akun facebook Musthafa Zuhri).

Posted on 16 Mei 2016, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. mencerahkan dan mencerdaskan, terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: