Muhibah Umat 8, DMI Gandeng Polres dan Perhutani Situbondo

Wakapolres Situbondo dan Adm Perhutani melepas peserta Muhibah Umat 8

Serambimata.com, Situbondo – Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten Situbondo kembali melanjutkan kegiatan rutin menyapa umat atau Muhibah Umat di daerah pedalaman yang ada di kabupaten Situbondo. Kegiatan yang sudah memasuki tahap ke-8 ini selain bekerjasama dengan Polres Situbondo juga menggandeng Perhutani Situbondo – Bondowoso. 

Rombongan Muhibah Umat 8 dilepas Wakapolres Situbondo, Kompol Edith Yuswo Widodo, SIK, didampingi ADM Perhutani Situbondo – Bondowoso, Adi Winarno dan ketua DMI kabupaten Situbondo, KHR Abdullah Faqih Gufron. Rombongan langsung menuju empat dusun di bagian selatan kecamatam Arjasa yang dipilih menjadi lokasi Muhibah Umat 8 yakni dusun Sokmaelang utara, sokmaelang selatan, Krajan, dan Pelle Selatan.

Dalam sambutannya Wakapolres Situbondo, menyampaikan harapannya agar kegiatan Muhibah Umat dapat lebih banyak lagi menggandeng instansi terkait tidak hanya Polres dan Perhutani.

“Ke depan, DMI Situbondo melalui kegiatan Muhibah Umat diharapkan tidak hanya bisa menggandeng Polres Situbondo dan Perhutani tapi juga instansi lainnya, agar Muhibah Umat semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat” harap Adith, jum’at (02/08/2016)

Sementara kepala Administratur Perhutani Adi Winarno ketika diberi kesempatan memberikan sambutan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada DMI Situbondo atas kepercayaan yang diberikan kepada BUMN yang dipimpinnya untuk mendukung program-program DMI salah satunya Muhibah Ummat. Menurutnya, apa yang menjadi visi dan misi perhutani sejalan dengan program Muhibah Umat yang datang langsung menyapa masyarakat yang ada di daerah pedalaman dan pegunungan.
“Tiga P yang menjadi visi misi Perhutani yaitu Planet, People dan Profit. Planet artinya bumi, alam dan hutan menjadi misi kami yang harus dijaga dan diselamatkan. People artinya manusia, P yang kedua inilah yang sangat pas dengan kegiatan Muhibah Umat karena manusia dicipta untuk menjadi khalifah dibuka bumi. Manusia tidak hanya berkewajiban menjaga kelestarian dan keselamatan hutan tapi bagaimana manusia dapat merasakan manfaat dari hutan. Sedangkan P yang terakhir adalah ada profit atau keuntungan untuk kas negara yang diperoleh dari hutan sebagai aset dan kekayaan milik negara”. Jelas Adi. 

Seperti Muhibah Ummat sebelumnya, Acara yang dilaksanakan selama tiga hari hingga 4 Agustus 2016, diisi dengan kegiatan pengajian, bimbingan dan penyluhan kemasjidan, bakti sosial, berkunjung dan bermalam di rumah-rumah pendukung, memberikan bantuan kepada masjid-masjid, khitanan gratis, pengobatan bekam gratis, memberikan santunan kepada fakir miskin dan yatim piatu, dan penyuluhan kamtibmas oleh Polres Situbondo. (Hans)

Posted on 4 September 2016, in Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: