Tidak Banyak yang Tahu Sejarah Awal Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Mbah Maimun ini

Mbah Maimoen Zubair dalam acara Studium General

Mbah Maimoen Zubair dalam acara Studium General

Serambimata.com – Pemikiran-pemikiran Kiai karismatik yang satu ini selalu ditunggu khususnya oleh warga Nahdhiyin. Meskipun usianya sudah memasuki 91 tahun tapi petuah-petuah bijaknya dan ungkapan-ungkapannya yang menggelitik,  selalu menarik untuk dikaji dan bahan diskusi. Ia adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH. Maimuoen Zubair.

Kali ini,  sebagaimana dilansir dari laman nu.or.id, Mustasyar PBNU itu menyampaikan tentang awal mula masuknya masuknya agama Islam di Indonesia. Di acara Stadium General (kuliah umum) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Kamis (29/09/2016), Kiai yang akrab disapa Mbah Maimoen itu mengatakan bahwa pondok pesantren Sarang ini merupakan pondok yang kebesarannya dimulai pada tahun 1850 M. Ia menceritakan tentang kebesaran agama Islam di Indonesia dan tidak ada yang menyamainya.
“Saya mendapat cerita dari guru saya Syeikh Yasin al-Fadani, kedatangan Islam di Indonesia mula-mula pada waktu perang Shiffin, yakni antara kelompok Muawiyah dan kelompok Sayyidina Ali,” tutur Mbah Maimun.
Bahwa Negara mayoritas Islam itu pasti Islam datang di zaman-zaman masa keemasan. Kalau dalam Al-Quran disebut as-Sabiqunal al-Awwalun. Yaitu seratus tahun pertama sebagai zaman nabi-sahabat, seratus tahun kedua sebagai zaman tabi’in, dan seratus tahun ketiga zaman tabi’in tabiat.
Pada perang Shiffin, lanjut Mbah Maimoen, itu kemenangan pada kelompok Muawwiyah, sehingga Ali terpecah belah. Terpecah belahnya Ali ini menjadi empat kelompok, ada yang disebut khawarij, adanya kelompok Ali yang fanatik berlebihan, ada yang netral, dan ada kelompok kecil yang disebut anak-anak perahu.
“Anak-anak perahu ini bertekad untuk meninggalkan negeri Arab melalui teluk Persia. Kemudian dengan naik perahu pasrah kepada Allah dimana perahu itu akan sampai, dan dimana akan mendarat. Pertama kali mendarat, perahu mereka sampai di Medan,” ungkap Kiai sepuh yang masih enerjik itu.
Oleh karena itu, di Medan walaupun Islamnya tidak besar tetapi ada sebuah istana yang dikagumi yakni bernama istana Maimoon. “Saya sendiri bertanya, kenapa disana ada istana yang bernama istana Maimoon?” guraunya sembari tertawa ringan didepan ratusan mahasiswa STAI Al-Anwar tersebut.
Menurutnya di Medan banyak dijumpahi  peninggalan sejarah yang bisa dijadikan bukti untuk memperkuat kebanaran pernyataan gurunya Syeikh Yasin tentang kedatangan bangsa Arab ke Medan dalam menyebarkan Islam.
“Di Medan itu kalau kita lihat, antara Medan dan Padang Panjang ada kuburan-kuburan yang tidak diketahui. Itu kata guru saya Syeikh Yasin merupakan jejak kedatangan dari bangsa Arab masuk ke Indonesia pertama kali sebagai penyebar Islam. Walaupun mereka tidak sengaja untuk menyebarkan, tujuan mereka untuk mengungsikan diri,” tutupnya.
Dalam acara tersebut turut hadir pula sebagai narasumber utama KH Lukman Hakim Saifuddin yang menjabat sebagai Menteri Agama RI. Hadir pula KH Abdul Ghofur Maimoen (Ketua STAI Al-Anwar), H Abdul Hafidz (Bupati Rembang), KH Majid Kamil Maimoen (Ketua DPRD Rembang) dan beberapa undangan dari MWCNU Sarang.
Sumber : nu.or.id

Posted on 3 Oktober 2016, in Agama, Tak Berkategori and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: