MUI Minta Umat Islam Tak Berlebihan Sikapi Kontroversi Ahok


Serambimata.com – Buntut dari pernyataan Kontroversial Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mengenai surat Al Maidah ayat 51 memunculkan reaksi yang kian memanas. Berbagai pernyataan sikap hingga seruan muncul menghiasi berita di berbagai media. Bila ini dibiarkan akan sangat berbahaya bagi kesatuan dan kerukunan bangsa Indonesia yang selama ini terjalin baik.

Oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Islam tak berlebihan dalam menyikapinya. MUI berharap umat Islam tidak termakan isu maupun ajakan untuk melakukan aksi main hakim sendiri terhadap pria yang akrab disapa Ahok itu.

“Mengingat negara Indonesia merupakan negara hukum, maka kami mengimbau kepada semua pihak bila merasa tidak puas dan tidak senang terhadap seseorang atau kelompok orang janganlah melakukan hal-hal di luar ketentuan hukum. Hal ini sejalan dengan kaidah dar-u al-mafasid muqqadam ‘ala jalbi al-mushalih, menghidari kerusakan didahulukan dar mengambil kemasalahatan,” ujar Ketua Dewan MUI Masduqi Baidlowi dalam maklumat yang dikeluarkan, Sabtu (8/10).

Maklumat ini dikeluarkan menanggapi beredarnya undangan aksi dan konferensi pers deklarasi Pasukan Berani Mati Pemuda Islam Indonesia Adili Ahok Penista Alquran. Dalam undangan disebut kegiatan berlangsung pada Senin (10/10) pukul 15.00 ba’da Ashar di Gedung Majelis Ulama Indonesia.

Baidlowi pun menegaskan, MUI tidak pernah memberikan izin kepada pihak manapun untuk menggunakan kantor pusat sebagai lokasi dan konferensi pers deklarasi mengadili Ahok. 

“MUI tidak ada kaitannya dengan rencana tersebut, tidak ada pembicaraan tentang rencana tersebut, dan tidak mengizinkan kantor MUI dipakai untuk acara tersebut,” ujar dia.

Menyikapi situasi yang semakin memanas, MUI berharap penegak hukum cepat mengambil langkah prefentif. Diharapkan setiap pelanggaran hukum segera ditindak dengan tegas.

“MUI juga meminta kepada umat Islam untuk bisa mengendalikan diri dan tidak terpancing dengan ajakan-ajakan yang bisa merugikan nama baik Islam di mata masyarakat. Kedepankan perilaku terpuji, al-akhlak al-karimah dalam mengekspesikan setiap stiap aspirasinya,” tutup dia. 

Sumber : JPNN

Posted on 9 Oktober 2016, in Agama and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: