Tanpa Menghujat, Menghina dan Merendahkan, Aa’ Gym Perlihatkan Wajah Islam Tanggapi Ahok

aa-gym

Aa’  Gym dalam acara dialog di salah satu TV Swasta

Serambimata.com – KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa’ Gym tanggapi kontroversi Ahok dengan ungkapan dan pesan-pesan yang menyejukkan. Apa yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid itu tidak seperti  kebanyakan umat Islam yang tak mampu membendung amarahnya menanggapi pernyataan Ahok terkait Surat Al Ma’idah 51. Ia berhasil tampilkan wajah Islam yang sebenarnya, Islam yang sejuk, adil dan menghargai  tanpa ada hujatan, hinaan dan ungkapan yang merendahkan.

Sikap Aa’ Gym tersebut muncul dalam tayangan acara Hitam Putih di salah satu Televisi swasta, Kamis (12/10/2016). Diawali oleh sebuah pertanyaan dari presenter Deddy Corbuzer tentang kepemimpinan non Muslim, “Seandainya saya non Muslim, lalu saya mengajukan diri sebagai pemimpiin rakyat apakah saya sah untuk melakukan itu?. Tanya Deddy singkat.

Dengan singkat pula A’a Gym menjawab bila di negara yang pendudukya terdiri dari Muslim dan non Muslim  lalu ada non Muslim yang akan mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah, ia tidak mempersoalkan asal tidak memaksa orang untuk memilih dirinya. “Begini ya, muslim dan non muslim ada di negara ini, misalnya ada non muslim yang ingin mencalonkan dirinya sebagai pemimpim daerah, silahkan saja, yang penting jangan maksa orang untuk milih dirinya”. jelas  Aa’ Gym.

Ketika dimintai pendapatnya tentang heboh pernyatan Ahok terkait kontoversi surat al Maidah 51. Aa’ Gym menyampaikan agar  masyarakat  mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian tersebut sehingga menjadi lebih baik.  Menurutnya pelajaran yang bisa diambil antara lain :

  1. Harus pandai enempatkan sesuatu  pada tempatnya. Ahok menjadi etnis Tiongha bukan pilihannya, sebagaimana suku lain yang juga tak bisa memilih takdinya, sehingga  yang selain mereka tak perlu membahasnya karena bukan wilayahnya. Ahok memeluk agama Nasrani juga pilihannya, yang lain tidak boleh ikut campur. Lalu, kalau Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan sesuatu yang bukan bagiannya berarti ia melampaui batas.
  2. Ucapan yang tidak terjaga dan tidak hati-hati sangat besar dampaknya bagi siapapun. Oleh karena sangat disayangkan bila tak belajar dari kejadian yang membuat heboh tersebut.
  3. Kejadian ini menyebabkan banyak orang menjadi ingin tahu Surat Al Maidah 51,.
  4. Jadi kalau di dalam Al Qur’an ada larangan memilih pemimpin yang beda akidah itu sangat realistis, karena seseorang yang beda berbeda akidah (Islam) tidak akan bisa memahami tentang Islam.

Dalam kesempatan itu Aa’ Gym mengemukkan beberapa contoh yang diambil  dari kehidapan nyata dan realistis dengan kalimat-kalimat yang mudah dicerna.

Aa Gym juga menyampaikan ketidak setujuannya terhadap protes atau pertanyaan sikap  yang dilakukan dengan kekerasan meskipun sedang marah. Menurutnya kemarahan tidak boleh disertai dengan perbuatan dhalim karena Islam melarang perbuatan dhalim hingga dalam pertempuran sekalipun, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah dalam banyak peristiwa tentang pentingnya berbuat adil dan mengasihi hingga pada binatang sekalipun.

Berikut penyataan lengkap KH. Abdullah Gymnastyas (Aa Gyim) :

 

 

 

 

 

Posted on 14 Oktober 2016, in Agama, Tak Berkategori and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: