Organisasi Ulama Lebanon Minta Indonesia Jadi Orang Tua Muslimin Sedunia

ulama-lebanon

Ulama’ Lebanon

Serambimata.com – Di saat banyak negara Islam  di belahan dunia dalam  kondisi yang memprihatinkan karena konflik dan peperangan, tak urung Indonesia dengan jumlah muslim terbesar di tengah perbedaan dan  kemajemukan masyarakatnya menjadi tumpuan harapan muslim dunia agar berperan aktif dalam menciptakan perdamaian.

Dilansir dari lama nu.or.id, Organisasi Tajamo Ulama Muslimin Lebanon berharap Indonesia berkiprah lebih banyak di tengah kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya Timur Tengah, yang dilanda perpecahan dan konflik.

Tajamo Ulama Muslimin Lebanon merupakan wadah perkumpulan ulama-ulama Sunni dan Syiah di Lebanon yang mempromosikan “Muslim Unity” atau persatuan umat Islam.

Harapan kepada Indonesia tersebut mengemuka saat delegasi dari Tajamo Ulama Muslimin Lebanon mengunjungi Kedutaan Besar RI setempat di Beirut, Lebanon. Delegasi tersebut dipimpin oleh Syekh Hassan Abdallah selaku ketua organisasi itu, dan didampingi Syekh Maher Mozher sebagai humasnya, dan beberapa ulama lainnya.

Dalam pertemuan tersebut para delegasi datang untuk mendiskusikan perkembangan dunia Islam terkini dengan Duta Besar Achmad Chozin Chumaidy, khususnya mengenai apa yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Syekh Hassan Abdallah menjelaskan bahwa kondisi menyedihkan umat Islam saat ini menjadi tanggung jawab para ulama untuk memperbaikinya. Indonesia, katanya, sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar diharapkan dapat menjadi pemeran utama dalam merekatkan kembali barisan umat Islam tidak hanya di dalam negerinya tapi juga di dunia.

“Indonesia harus menjadi orang tuanya umat Islam di dunia yang mengayomi semua madzhab dan kelompok yang ada,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Chozin Chumaidy juga berharap semua konflik dan permasalahan di negara-negara Islam segera berakhir. Duta Besar juga menyakinkan bahwa umat Muslim di Indonesia sangatlah moderat dan toleran yang berpegang teguh dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini menegaskan bahwa pemikiran-pemikiran yang ekstrem tidak dapat diterima di Indonesia.

“Sikap dan pemahaman Islam Indonesia, Insyaallah akan terus ditransformasikan kepada masyarakat dunia,” kata Chozin Chumaidy sebagaimana dalam siaran persnya dari KBRI Beirut, Jumat lalu (7/10).

Kunjungan ini bukan merupakan yang pertama kalinya. Sebelumnya juga telah diadakan pertemuan-pertemuan yang membahas kerja sama antara KBRI dan Tajamo Ulama Muslimin.

Sumber: nu.or.id

Posted on 15 Oktober 2016, in Agama, Tak Berkategori and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: