Banyak Fitnah, NU Harus Bersatu dan Tidak Bergeser dari Ajaran Aswaja

resolusi-jihad-nahdlatul-ulama

Serambimata.com – Saat ini, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia sedang mengalami ujian berat baik dari dalam maupun dari luar NU. Oleh karena itu diharapkan agar ormas yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari itu harus dijaga, jangan sampai bergeser dari ajaran Ahlusssunah waljamaah (Aswaja) yang sudah sejak dahulu dipelihara oleh para kiai dan ulama.

Himbauan itu disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH Nurul Huda Jazuli ketika menyambut kunjungan Tim Kirab Resolusi Jihad 2016, Ahad (16/10/2016).
“Jangan sampai santri dan NU bergeser dari tujuan awal dan ajaran aswaja yang sudah sejak dahulu dipelihara para kiai dan ulama,” kata Kiai Nurul Huda.

Menurut Kiai Nurul Huda, saat ini banyak fitnah terhadap NU. Tetapi NU harus tetap dijaga. NU hadir untuk keselamatan dan kelanggengan ajaran aswaja.

Menurutnya, yang harus disadari bahwa NU dan santri menjadi andalan dalam membantu kondusifitas dunia. Dengan kata lain, keamanan dunia berada di tangan NU dan para santri. Selama NU dan santri belum bergeser dari tujuan awal, insya Allah dunia aman.

Ia mengatakan, seandainya pergeseran itu terjadi, maka akan sangat berbahaya. Karena satu per satu kiai meninggal dunia, santri muda harus bersiap mengambil peran menjadi penerus.

Selain itu, antara kiai dan santri harus bersinergi dengan cara saling mendukung, saling mengingatkan dan saling memberi nasihat  baik dari atas (kiai) maupun ke bawah (santri).

“Kiai dan santri harus saling mendukung dan saling menasihati,  tidak perlu lagi hanya kiai yang memberi nasihat, sementara santri diam saja. Sebab santri paling tahu keadaan dan kemajuan terkini. Saran-saran yang memang baik dari santri kepada kiai adalah diperlukan”, Sambung Kiai Nurul Huda penuh semangat.

Ia juga mengharapkan kekompakan antar kiai. Jangan karena bukan pengurus, lalu tidak mau membangun NU lagi. Karena semua itu bertujuan dalam perjuangan mempertahankan NU dengan semboyan li i’lai kalimatilah. Semboyan itu menandakan bahwa kita berjuang demi Allah.

Sumber: nu.or.id

 

.

Posted on 18 Oktober 2016, in Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: