Iklan

Pesan Kiai Azaim Kepada Alumni Pecinta Kiai As’ad Sang Pahlawan Nasional

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat mengalungkan surban kepada Alumni peserta jalan kaki Denpasar – Situbondo

Serambimata.com – Sehari menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo (P2S2), Minggu (11/12/2016), menjadi momen istimewa bagi sepuluh Alumni asal Denpasar Bali. Bagaimana tidak, selain berhasil menempuh perjalanan sejauh 220 km dari Bali ke Sukorejo dengan berjalan kaki, mereka juga mendapat kenang-kenangan masing-masing sebuah surban dari Pengasuh P2S2, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. 

Tidak hanya itu, mereka juga mendapat wejangan langsung dari Kyai Azaim usai ziarah ke Makam Pahlawan Nasional, KHR As’ad Syamsul Arifin. Di hadapan kesepuluh Alumni pesantren yang disuhnya cucu Kiai Asad itu menyampaikan apresiasinya atas apa yg telah dilakukan mereka sebagai wujud rasa syukur atas anugerah Pahlawan Nasional Kiai As’ad. Namun cucu Kiai As’ad itu berpesan bahwa ada perjalanan panjang yang tidak bisa diukur oleh waktu, yaitu perjalanan menjaga hati dari sifat riya’, ujub, dan penyakit hati lainnya yg merusak atas niat luhur setiap manusia. 


Seperti diketahui, sejak 6 Desember lalu kesepuluh orang alumni Pesantren Sukorejo berjalan kaki sepanjang 220 km sebagai wujud rasa syukur dan nadzar  atas anugerah gelar pahlawan nasional Kiai As’ad oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Perjalanan dari Denpasar Bali menuju Pesantren Sukorejo tersebut ditempuh selama enam hari enam malam. 


Kedatangan kesepuluh alumni tersebut disambut haru dan antusias oleh para alumni, santri dan masyarakat sekitar. Bagi para santri dan alumni, perjalanan Bali-Sukorejo adalah perjalanan suci yang menginspirasi tentang ikatan emosional yang kuat antara santri gurunya. Mereka telah mengajarkan tentang rasa cinta yg luar biasa kepada leluhur2 negeri ini, kepada tanah air ini, kepada NKRI, kepada guru2 kami dan kepada almamater kami P2S2

“Satu hal yang saya petik dari perjalanan suci mereka bahwa ikatan emosi seorang santri dan gurunya tak bisa dihalangi dengan rintangan dan beban seberat apapun. Selama ada tekad yg kuat maka akan diberi jalan untuk meraih”. Mereka juga telah mengajarkan kepada kami tentang rasa cinta yg luar biasa kepada leluhur2 negeri ini, kepada tanah air ini, kepada NKRI, kepada guru2 kami dan kepada almamater kami P2S2. Khususnya  kepada Kiai Syamsul Arifin, Kiai As’ad, Kiai Fawaid  dan penerusna kini Kiai Azaim”, jelas Misbahul Ali, putera Sukorejo yang kini dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAII Sukorejo. (Hans).



Iklan

Posted on 12 Desember 2016, in Sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: