Iklan

Pengajian Ahad Pagi Masjid Al-Jihad Hadirkan Kiai Azaim 

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy saat menyampaikan ceramahnya di Masjid Al Jihad Situbondo

Serambimata.com – Untuk yang kedua kalinya Masjid Al-Jihad Situbondo menghadirkan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy sebagai penceramah pada pengajian Ahad pagi (02/04/2017). Sebelumnya Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu pernah dihadirkan pada acara dan di tempat yang sama tahun 2014 lalu. 

Pada acara yang rutin digelar Masjid Al-Jihad setiap Ahad pagi itu, Kiai Azaim menyampaikan tema ceramahnya “Peranan Umat Islam dalam Membangun Masa Depan Bangsa dan Negara”. Tema tersebut disampaikan lulusan Pesantren Al Haramain Mekkah itu dengan lisan dan tertulis berbentuk makalah yang dibagikan ke seluruh peserta pengajian yang memenuhi Masjid al-Jihad. 

Ratusan peserta yang mengikuti pengajian Ahad Pagi memenuhi Masjid Al Jihad

Di dalam orasinya, dengan mengutip hadist Nabi dan perkataan Umar Ibn Abd Aziz, cucu Kiai As’ad itu menyampaikan bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang tercela, melainkan sesuatu yang patut dibela. Ia berkisah tentang sejarah pada saat Fathu Mekkah pada masa Rasulullah SAW. Pada saat itu umat Islam datang berkumpul dengan membawa bendera masing-masing, namun oleh Rasulullah SAW perbedaan itu disatukan untuk berbagi tugas dan peran antar umat Islam.

“Karakter orang NU adalah tradisi, imajinasi dan tawakkal ini kerjaan otak kiri. Sedangkan Muhammadiyah identik dengan kedisiplinan, maju dan intelek ini otak kanan. Agar ideal maka keduanya harus disatukan dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Apalagi dalam sebuah penelitian terungkap bahwa bentuk otak seperti orang bersujud. Ini artinya NU dan Muhammadiyah harus senantiasa bersujud kepada Allah swt, bukan saling merasa bangga dan besar”, kata Kiai Azaim dalam cuplikan orasinya. 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Situbondo, Drs. Syamsuri, M.Pd. saat memberikan sambutan

Sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Drs Syamsuri, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa Republik Indonesia dibangun oleh tokoh-tokoh Islam NU dan Muhammadiyah. Oleh karena itu ia berharap agar kedua ormas terbesar di Indonesia terus merajut ukhwah Islamiyah demi tegaknya NKRI. Umat Islam tentu tidak ingin NKRI hancur lebur seperti yang dialami negara-negara yang justru mayoritas penduduknya Muslim. 

“Islam sudah waktunya menjadi tuan rumah agar maju dan dapat mengimbangi kekuatan negara lainnya”, harap Syamsuri. 

Hadir diantara ratusan hadirin, Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono, SH, SIK, M.Sc, Eng, Perwakilan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Situbondo serta beberapa tokoh Muhammadiyah Situbondo.

Iklan

Posted on 3 April 2017, in Agama and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: