Iklan

5 Maklumat dalam Istighotsah Kubro ‘Mengetuk Langit’ untuk Keutuhan NKRI

Jutaan Warga Nahdliyin yang mengikuti Istighotsah Kubro di Sidoarjo


Serambimata.com – Ahad kemarin (9/4/2017) Sidoarjo tiba-tiba memutih, jutaan nahdliyin tumblek blek di Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. Tempat dilangsungkannya Istighotsah Kubro Nahdlatul Ulama ‘Mengetuk Pintu Langit’ demi NKRI menjadi seakan sempit oleh sesak nahdliyin yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur.

Tak hanya di Sidoarjo, keramaian juga terjadi di jagat maya. Netizen juga ramai-ramai memposting tagar #istighotsah kubro di Twitter, Facebook, Instagram bahkan di group-group WhatsApp. Mereka mengunggah aneka foto, ucapan selamat, hingga ungkapan simpati. Gebyar pelaksanaan istighotsahkubro pun menembus daftar sebagai trending topik atau topik terhangat di dunia maya.

Dengan mengenakan pakaian serba putih warga nahdliyin hanyut dalam kekhusyukan  zdikir dan do’a untuk keselamatan NKRI dari berbagai ancaman yang terus merongrong keutuhan negeri yang baru 72 tahun merasakan kemerdekaannya. 

Gelora Delta Sidoarjo tak muat menampung jutaan warga NU Jawa Timur

Istighotsah Akbar dengan tema ‘Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah” diadakan tidak lepas dari peristiwa di Tanah Air yang terjadi belakangan ini.  Maraknya gerakan-gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa, aksi-aksi intoleran dan anti pancasila, serta maraknya aksi kekerasan atas nama agama telah menimbulkan kesan dan wacana dunia bahwa Islam moderat di Indonesia telah mati. 

Maka Istighotsah Kubro dengan jutaan warga nahdliyin yang mengikutinya telah menjawabnya. Bahwa mayoritas muslim di Indonesia yang selama ini menjadi silent majority masih memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan pola beragama dan berbangsa yang tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), i’tidal (adil) dan menjalankan visi rahmatan lil alamin. 

Warga Nahdliyin di luar stadion



NU hadir untuk menjadi solusi atas semua kepelikan yang terjadi, menjanjikan  kesejukan disaat tak sedikit elemen lain dari bangsa ini menebar ketakutan dan caci maki. Tausiah-tausiah yang mendamaikan dari para tokoh NU disuguhkan.  KH. Ma’ruf Amin misalnya, Dalam tausiahnya, Rois Aam PBNU itu mengatakan bahwa kegiatan yang digelar PWNU Jawa Timur ini merupakan salah satu upaya dari warga NU untuk memohon agar bangsa ini tidak terpecah belah. “Bisa saja kondisi negara yang kacau ini karena dosa-dosa kita. Maka dari itu, atas nama bangsa, hari ini kita meminta ampun dan memanjatkan doa,” Kata Kiai Ma’ruf. Senada dengan KH. Ma’ruf Amin, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Mutawakil Alallah mengatakan, kegiatan istighosah ini tidak unsur politik sedikitpun. Melainkan murni berdoa. “Jadi, ini adalah murni untuk memohon demi keselamatan. Tidak ada kaitannya dengan politik.” jelas Kiai Mutawakkil dalam sambutannya. 

Maka untuk keutuhan NKRI di dalam kegiatan istighosah kubro tersebut dibacakan lima maklumat yang dibacakan langsung oleh Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Anwar Iskandar. 
Berikut lima maklumatnya:

1. حفظ الدين, Menjaga agama dari hal-hal yang bisa merusak agama baik dari keyakinan ucapan maupun perbuatan. Menjaga agama adalah kewajiban bagi seluruh nahdliyin sebagaimana dicontohkan asyalafusholih sejak zaman dulu. Menjunjung tinggi prinsip ahlussunah Wal jamaah dengan senantiasa menyebarkan Islam yang damai teduh dan mengayomi.

2. حفظ البلاد,Menjaga negara dari hal-hal yang merusak atau membahayakan kedaulatan NKRI, Pancasila, UUD, Kebinekaan serta menjaga keutuhan persatuan Indonesia adalah tanggung jawab kita semua. Karena negara adalah harta paling mulia dan paling bernilai.

3. حفظ الامانة, Menjaga amanah seraya menegakkan keadilan sosial adalah kewajiban seluruh pemimpin negara, agama,politik serta pemimpin ekonomi agar bangsa ini terhindar dari kesenjangan sosial.

4. رعاية الامة, Menjaga umat agar bangsa ini bermartabat terhormat dan bernilai di hadapan Allah, dengan menjunjung tinggi moralitas yang semakin lama semakin jauh dari tuntunan agama. 

5. Menjaga persatuan, kedamaian, keamanan dan ketertiban. Tidak cepat emosi dengan bermuhasabah atau introspeksi diri dan kesadaran kalau selalu dilihat Allah dan selalu bermunajat.

Iklan

Posted on 11 April 2017, in Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: