Iklan

Saya Gregetan Sama NU

Oleh: Zaztrow Al Ngatawi

Serambimata.com – Saya kok lama-lama geregetan sama NU, masak bikin event sebesar itu, dihadiri massa ratusan ribu orang kok ya adhem-adhem saja, tanpa ada kontroversi, perdebatan atau hiruk pikuk yg memenuhi media. Kok ya tdk cari tempat di jalan raya gitu supaya bisa memancing kegaduhan yang heroik.


Mbok
ya sebelum menggelar acara sebesar itu tokoh-tokoh NU woro-woro dulu di depan media massa atau bikin status atau meme yg garang dan heroik kemudian di sebar di medsos dg bumbu-bumbu agitasi dan sedikit fitnah agar masyarakat heboh. Kemudian aparat keamanan sibuk mempersiapkan diri untuk antisipasi keadaan dengan kordinasi serius siang dan malam hingga perlu mengeluarkan anggaran pengamanan milayaran rupiah yang mestinya bisa untuk kebutuhan yg lebih maslahah bagi rakyat. Lebih hebat lagi kalau pelayanan publik bisa terganggu karena sibuk negosiasi dan persiapan pengamanan aksi.

Atau para tokoh-tokoh NU itu bikin agitasi yang provokatif agar semua orang resah, takut dan khawatir….. Dengan demikian maka para tokoh-tokoh ini akan diajak negosiasi dan kompromi oleh berbagai kelompok kepentingan. Bisa tidur di hotel bintang lima dengan para kolega. Setelah itu mereka akan jadi tokoh hebat di depan publik, jadi pahlawan yg dianggap bisa mengendalikan massa, karena mampu memberikan jaminan dengan menyatakan aksi super duper damai,  kemudian jadi tokoh figur hebat di media massa.

Saya geregetan pada NU, kenapa mereka tidak menggunakan momentum sedahsyat itu untuk mencaci maki orang-orang yang selama ini menghina dan mencibir NU, melecehkan kyai NU dan memfitnah orang-orang yang jadi panutan massa NU. Mengapa para tokoh NU itu tidak menghasut ummatnya agar membenci orang-orang yang tdk sepaham dengan NU atau menghujat pemerintah yang dianggep merugikan ummat Islam dengan mengutip ayat-ayat suci, padahal beliau-beliau kan faham ayat-ayat dan kitab suci, kenapa  tidak digunakan biar terkesan heroik dan islamik?

Istighotsah Kubro “Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah” di Lapangan Delta Sidoarjo

Kenapa elit-elit NU itu tidak mau mendramatisir dan mengeksploitir semangat warga NU yg militan itu dengan membuat cerita-cerita tentang perjuangan mrk mendatangi acara seperti kisah seorang janda yg menjual ayamnya yang mau ngendog untuk sangu berangkat ke istighatsah. Atau cerita tentang seorang bocah yang harus dipaksa berpisah dengan radio kesayangannya karena harus digadaikan untuk ongkos berangkat istighosah. Atau cerita dramatik lain yg mengharu biru dan bisa menyedot emosi kemudian diupload di medsos. Kemudian membuat mistifikasi angka-angka keramat seperti 007, 999 atau 909 dan sebagainya. Saya yakin banyak kader NU yang punya kemampuan mendramatisir cerita-cerita seperti itu. Tapi kenap itu tidak dilakukan padahal cerita-cerita seperti itu sangat efektif mempengaruhi opini publik di medsos, bahkan bisa jadi bahan komodoti.

Aku makin gregetan ketika di tempat itu tidak terdengar pekik takbir yang bisa membakar semangat  perlawanan dan kibaran bendera asing yang bisa mengancam kedaulatan NKRI, malah di sana ummat diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan gegap gempita dan semangat yg menyala…. wahh jiiiaaannn malah bikin hati makin cinta Indonesia.

Kini aku jadi berpikir, siapa sebenarnya yg benar-benar ikhlas membela NKRI, menjaga keberagaman dan merajut perbedaan. Siapa yg benar-benar menerapkan dan mengamalkan ajaran dan ayat-ayat suci secara tepat dan istiqamah di negeri ini. Mereka yang tidak banyak berteriak sambil mengutip ayat dan mengobral simbol agama tapi kelakuannya mencerminkan akhlak agama? Atau mereka yang teriak-teriak pake ayat dan bertaburan simbol agama tapi ucapan dan kelakuannya jauh dari akhlak agama.

Meski gregetan tapi hati merasa tentram karena jangkar dan benteng  itu ternyata masih tegak dan kokoh berdiri meski terus digerogoti. Semoga keikhlasan seprti ini tidak dimanfaatkan para pecundang dan petualang.

Sumber : Facebook  Zaztrow Al Ngatawi (Judul Asli : Muhasabah Kebangsaan)

Iklan

Posted on 12 April 2017, in Sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: