Iklan

Soal Dana 1,5 Triliun, Cak Nun Perlu Tabayyun ke PBNU

KH. Abdul Moqsith Ghazali (kiri) bersama KH. Afifuddin Muhajir


Serambimata.com – Adalah tokoh muda NU, KH Abdul Moqsith Ghozali yang merasa terusik dengan pemberitaan soal dana bantuan dana 1,5 triliun rupiah dari pemerintah kepada PBNU. Kabar itu semakin ramai sejak Emha Ainun Najib atau Cak Nun turut memberikan komentar miring dengan mengatakan bahwa bantuan itu merupakan bentuk sikap adu domba yang membahayakan negara. Tak ayal, pernyataan budayawan itu langsung “digoreng” oleh media sosial (medsos). Makin tak terkendali, kabar itu menyeruak karena nyaris bersamaan dengan dikeluarkannya perpu dan pembubaran salah satu ormas Anti Pancasila. 

“Melalui lisan seorang tokoh tersiar berita bahwa PBNU mendapat bantuan dana dari pemerintah sebesar 1.5 triliun rupiah. Sebuah angka fantastis yang potensial membuat ormas-ormas lain “iri”.
Diberitakan bahwa sang tokoh menyatakan, pemerintah telah melalukan politik adu domba yang membahayakan negara. Satu ormas dibubarkan, PBNU mendapatkan bantuan”, kata Kiai Muqsith mengawali kegelisahannya yang ditulis di akun facebook pribadinya, Jumat (21/07/2017).

Namun demikian, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU itu berharap Cak Nun langsung tabayyun ke PBNU untuk memastikan kebenaran bantuan tersebut. 

“Jika benar sang tokoh menyatakan begitu, menurut saya, sang tokoh perlu segera tabayyun ke PBNU. Apa benar ada bantuan 1.5 triliun ke PBNU? Jika benar ada bantuan, bagaimana bentuknya? Apa dana 1.5 T itu masuk rekening PBNU? 
Atau sebenarnya tidak ada dana bantuan itu? Yang ada misalnya pihak pemerintah hanya meminta data ke PBNU soal masyarakat yang layak dibantu”, harap pengurus MUI Komisi Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama itu.

Dosen Tafsir Alquran UIN Syarif Hidayullah Jakarta itu juga berharap kabar-kabar seperti itu harus diklarifikasi terlebih dahulu kebenarannya sebelum dilempar ke publik dan akhirnya menjadi firnah. 

“Soal-soal begini perlu segera diklarifikasikan biar kita tak menjadi bagian dari upaya memviralkan fitnah di tengah masyarakat. Apalagi sang tokoh sepengetahuan saya cukup mengenal sebagian pengurus PBNU”, pungkas lulusan pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu. (hans)

Iklan

Posted on 21 Juli 2017, in Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Ada penjelasan resmi dari NU gak? Kalau gak ada ya wajar semua berspekulasi di tengah kondisi yg berat sebelah begini

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: