Iklan

Ulama’ Maroko: Hilangnya Ajaran Tasawuf Sebabkan Krisis Kemanusiaan

Syekh Abdul Mun’iem bin Abdul Aziz bin Muhammad Shiddiq Al Ghumari

​Serambimata.com – Siapa yang tak miris atas hancurnya negara-negara Islam di timur tengah? Negara yang sebelumnya diagung-agungkan sebagai salah satu simbol kebesaran Islam seperti Suriah, Irak dan lainnya kini porak-poranda karena konflik antar sesama. Meski pada akhirnya ada keterlibatan negara-negara eropa dan negara adikuasa namun aroma perang saudara bahkan berakidah sama sangat jelas terlihat dan terasa sejak semula. 

Kondisi ini mengundang keprihatinan tokoh Islam, salah satunya penasihat Ulama asal Maroko Syekh Abdul Mun’iem Al-Ghumari seperti dilansir dari NU Online. Ia menilai salah satu masalah besar yang menyebabkan kondisi umat Islam makin terpuruk dalam krisis politik dan krisis kemanusiaan saat ini adalah karena hilangnya rahmah atau rasa kasih sayang dalam hati umat manusia. Kasih sayang ini meliputi cinta yang hakiki kepada Allah SWT, kepada manusia, kepada alam, dan bahkan rasa kasih kepada hewan.

Hal itu disampaikan Syekh DR. Abdul Mun’iem Al-Ghumari saat melakukan safari dakwah di Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, beberapa waktu lalu. Safari dikemas dalam forum seminar internasional dengan tema “Krisis Politik di Timur Tengah, Solusinya Dalam Perspektif Tasawuf dan Hadist Nabi” dan dihadiri ratusan mahasiswa IPMAFA dan santri pondok pesantren Maslakul Huda Pati, Rektor dan Wakil Rektor IPMAFA, dan para tamu undangan dari luar.

Menurutnya, krisis politik dan krisis kemanusiaan yang melanda umat Islam khususnya di wilayah Timur Tengah disebabkan dua hal meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal ditimbulkan dari luar umat Islam yaitu kekuatan politik yang ingin menguasai kekayaan dan kekuatan umat Islam secara umum seperti minyak, gas dan kebijakan negara yang dipengaruhi oleh negara non-Islam. 

Sedangkan faktor internal disebabkan dari dalam umat Islam sendiri yang sibuk dengan pertikaian antar mereka seperti mudah menyalahkan, mengkafirkan, membid’ahkan, memberi fatwa sesat, dan bahkan mudah untuk saling membunuh.

Maka setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan umat Islam saat ini agar selamat dari krisis kemanusiaan. Pertama, umat muslim seharusnya tidak ikut dalam pertikaian antar umat Islam sendiri. Kedua, menghindari fitnah dan menjauhi jika ada pertikaian terjadi, dan terakhir jadilah orang yang terbunuh dan jangan menjadi pembunuh.

Ulama kelahiran 1970 ini juga menegaskan bahwa syariat Islam mengajarkan dan memerintahkan untuk memiliki cinta kasih dan sayang antar manusia seperti firman Allah Swt dalam Surah al-Maidah 32 bahwa, “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”. 

Nabi SAW juga bersabda, “Orang-orang yang penyayang niscaya Ar-Rahman (Allah) menyayanginya. Maka sayangilah penduduk bumi niscaya yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.”

Syekh Mun’iem mengajak bahwa ajaran tasawuf merupakan kunci daripada krisis yang melanda umat Islam ini. Ajaran tasawuf adalah hakikat agama Islam karena mengajarkan cinta kasih, ketaatan, pendidikan, keseimbangan, dan kelembutan. 

Sebaliknya, krisis politik dan krisis kemanusiaan yang terjadi di dunia ini disebabkan hilangnya nilai-nilai tasawuf dari manusia sehingga mereka cenderung diliputi sifat wahn atau cinta dunia dan kekuasaan yang mengalahkan rasa sayangnya kepada Tuhan dan sesama manusia.

Di akhir acara, Syekh Abdul Mun’iem memberikan ijazah aamah kepada para peserta dari beberapa kitabnya yakni Al-Arbain al-Ghumariyah, Al-Shalawat al-Yusriyah, dan Al-I’lam bi annat Tashawwuf min Syariatil Islam. 

Syekh Abdul Mun’iem bin Abdul Aziz bin Muhammad Shiddiq Al Ghumari dilahirkan di Tangier, Maroko pada tahun 1970 M, beliau terlahir di rumah kemuliaan, di gudang ilmu syariat dan tasawuf dan berkembang dibawah asuhan keluarga besarnya yang merupakan para tokoh ulama kharismatik yang menyandang kredibilitas utama diantara kalangan ulama lainnya pada masa itu.

Iklan

Posted on 15 Oktober 2017, in Agama and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: