Iklan

Lima Ikrar Santri Indonesia di Puncak Hari Santri Pesantren Sukorejo

Pembacaan Ikrar Santri Indonesia

Serambimata.com – Setelah melaksanakan apel bersama di lapangan Arjasa dengan impinan apel Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono, SH, SIK, MSc (Eng) dan dilanjurkan dengan kirab damai Arjasa – Sukorejo, acara Gebyar Hari Santi Nasional dan Resolusi Jihad NU yang digagas oleh santri dan alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo ditutup dengan Istighotsah Kebangsaan, Minggu (22/10/2017).

Di dalam acara yang dihadiri Pengasuh Pesantren, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dan Dandim 0823, Lekkol Inf. Ashari, S.Pd tersebut dibacakan Ikrar Santri Indonesia yang diikrarkan bersama-sama oleh para santri dan alumni dengan dipandu oleh salah seorang santri Sukorejo, Mohammad Nuril Anwari, S.Sos.Berikut lima ikrar santri yang dibaca bersama dengan awalan basmalah dan dua kalimat syahadat:

Kami Santri NKRI Berikrar:

1. Berpegangn teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

2. Bertanah air satu, tanah air Indonesia; beriideologi negara satu, ideologi Pancasila; Berkonsitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945; dan berkebudayaan satu, Bhinneka Tunggal Ika

3. Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudan perdamaian dunia

4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia

5. Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang didasari semangat Proklamasi dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Gebyar Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo kali ini mengambil tema “Spirit dan Peran Santri dalam Bela Negara, Menjaga Pancasila dan NKRI”. Pada dua rangkaian acara di dalamnya, Apel bersama dan Istighatsah Kebangsaan dimeriahkan dengan pembacaan  sholawat badar, lagu Indonesia Raya, Mars Santri, lagu Ya Lal Wathan dan lagu Salafiyah yang dibawakan oleh Grup Hadrah dan paduan suara Santri Pesantren Sukorejo.

Pada kesempatan itu, Kiai muda karismatik, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, kepada ribuan santri dan alumni yang hadir mengajak agar para santri terus berjuang dengan spirit yang sama meskipun dengan cara yang berbeda.

“Musuh kita hari tidak sama, penjajah kita hari ini tentulah berbeda. Maka persiapkan perjuangan dengan spirit yang sama meski caranya berbeda. Lanjutkan pendidikan, dalami keilmuan dan sebarkan akhlakul karimah,  kuatkan negeri ini dengan persatuan dan kesatuan. Semoga nikmat Allah bernama kemerdekaan terus terjaga. Negara kesatuan abadi selamanya. Aminn Allahumma Amin“, harapnya dengan penuh semangat.  (Hans)

Iklan

Posted on 24 Oktober 2017, in Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: