Iklan

Kembali Berulah! Wahabi Merubah Kitab Ihya’ Karya Imam Ghazali

(Gambar: pecihitam.org)

​Serambimata.com – Entah sudah berapa kitab karya ulama’-ulama’ besar yang dirubah Wahabi-Salafi. Kitab klasik yang selama menjadi rujukan ketiga setelah Al Qur’an Hadis bagi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) begitu saja dirubah sesuai dengan selera mereka hanya karena mengganggap tak sesuai dengan keyakinan dan ajaran mereka yang selalu mengusung slogan gerakan pemurnian ajaran Islam. 

Kitab-kitab seperti kitab Shahih Bukhari karya Imam Bukhari, Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghozali dan kitab-kitab dari ulama besar lain, merupakan hujjah yang isinya banyak dijadikan sandaran bagi umat Islam. Sayangnya, kitab-kitab para ulama yang mewarisi ilmu dan petunjuk itu dikotori dan bahkan diselewengkan. Sehingga gerakan pemurnian yang selalu mereka gaungkan justru mengotori originilitas keilmuan para ulama yang sanat dan ketinggian ilmunya tak diragukan. 

Salafi Wahabi menggunakan segala usaha untuk menghadapi orang-orang yang tidak sesuai dengan akidah mereka. Lebih dari itu, para pendukung kelompok Salafi Wahabi bahkan berani melakukan pengubahan dan pemalsuan pada kitab-kitab ulama terdahulu maupun ulama saat ini, yang mana kitab-kitab tersebut menjadi rujukan dan tumpuan umat Islam dalam mengklarifikasi kebenaran. 
Untuk memperkokoh ajaran mereka yang rapuh secara dalil (naqli) maupun secara ilmiah (aqli) apapun mereka lakukan.

Diantara modusnya adalah, Pertama, dengan menyelewengkan isi kitab-kitab turats dan makhtuthat (manuskrip) dari teks aslinya, baik dengan menghapus, menambah dan mengubah tulisannya, ataupun membelokkan maksud dan artinya dalam edisi cetakan mereka. Atau dengan sengaja mentahkik, mentakhrij, atau menyembunyikan hadist-hadist yang tidak mereka sukai.

Dari judul nampak mengesankan seolah-seolah ini buku “putih” yang bermakna suci dan bersih. Namun ketahuilah bahwa buku ini merupakan hinaan kepada kitab Ihya Ulumuddin dan Imam Ghazali secara khusus. Karena isinya banyak yang dibuang, lebih parah lagi dikurang-ditambah sesuai faham penulisnya, yakni faham Salafi Wahabi.

Penulisnya beralasan bahwa kitab Ihya dipenuhi Hadits palsu, ajaran Tasawuf yang menyesatkan serta kisah-kisah batil yang menurut mereka tidak ada sumbernya, padahal kedangkalan ilmu mereka yang tidak sampai kepada ilmu Imam Ghazali.

Imam Ghazali adalah Hujjatul Islam, yakni pembela agama Islam. Gelar ini diberikan Ulama hanya kepada seseorang yang telah berjasa mempertahankan prinsip-prinsip agama yang lurus semasa hidupnya. Wallahu a’lam Bisshowab


Sumber : pecihitam

Iklan

Posted on 13 November 2017, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: