Iklan

Di Pulau Ini Maulid Nabi Dirayakan Lebih Meriah dari Idul Fitri 

Perayaan Maulid Nabi di Pulau Bangka (foto: Bangkapos.com)

Serambimata.com – Banyak cara yang dilakukan umat Islam nusantara dalam menyambut dan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mulai dari yang unik hingga perayaan yang digelar sangat meriah hingga melebihi kemeriahan Idul Fitri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya Nabi akhir zaman pembawa agama Islam, Rasulullah SAW. 

Bila di banyak daerah Maulid Nabi diperingati dengan cara sederhana berupa pengajian, do’a dan sholawat bersama. Berbeda dengan pulau Bangka yang menjadikan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momen sangat istimewa sehingga disambut dengan gegap gempita. Karenanya  setiap tanggal kelahiran Nabi, 12 Rabi’ul Awal (Kalender Islam) suasana menjadi sangat meriah bahkan melebihi kemeriahan Idul Fitri. 

Dilansir dari laman Bangkapos.com, perayaan Maulid Nabi di pulau Bangka, selain diisi dengan doa bersama dan tradisi khas Melayu Bangka yaitu Nganggung (membawa dulang berisi beraneka makanan) ke masjid-masjid, sejumlah desa merayakan Maulid Nabi layaknya lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha.

Bahkan lebaran Maulid di sejumlah desa di Pulau Bangka seperti di Desa Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka lebih ramai dan meriah dibandingkan lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.

Bagi warga, Maulid Nabi dijadikan momen silahturahmi antar sanak saudara, kerabat, tetangga, maupun antara sesama teman. Sehingga nyaris tak ada bedanya dengan suasana hari raya Idul Fitri. 

Selain di Desa Balunijuk, desa-desa lainnya seperti Desa Kace, Zed, Sleman, Kemuja hingga Kota Kapur juga merayakan Maulid Nabi secara meriah seperti layaknya lebaran.

Tidak hanya kemeriahan bersilaturrrahim dari rumah ke rumah, Maulid Nabi di pulau  yang terletak di sebelah timur Sumatera dan termasuk dalam wilayah Kepulauan Bangka Belitung ini juga menyediakan makanan khas lebaran, seperti Ketupat dan Lepat lengkap dengan lauk pauknya serta beraneka ragam kue jamak tersedia setiap rumah warga untuk menyambut tamu yang datang berkunjung. Sehingga tidak heran disetiap rumah warga tampak ramai dipenuhi tamu yang berdatangan dari pelosok Pulau Bangka.

Saking ramainya, setiap tahun pada perayaan Maulid Nabi jalan raya di Desa Balunijuk seperti tahun-tahun sebelumnya bakal macet dipenuhi ribuan warga yang berdatangan untuk bersilahturahmi. 
Para tamu tak hanya mereka yang beragama Islam dan dari suku Melayu Bangka saja, dari agama dan suku lain tampak berbaur akrab larut dalam suasana silahturahmi lebaran Maulid.

Silaturrahim dan tradisi berkunjung ke rumah-rumah (foto: Bangkapos.com)

Tidak hanya kemeriahan dan tersedianya aneka makanan, tuan rumah pun tampil layaknya lebaran dengan pakaian terbaik mereka menyambut tamu yang berdatangan silih berganti. Bahkan untuk menyambut lebaran Maulid, sebagian warga sudah mulai mempersiapkannya usai Idul Adha lalu. Salah satunya dengan menggelar arisan. Jadi untuk menyambut Maulid ini sudah ada persiapan jauh-jauh hari. 

Selain itu, ramainya desa-desa yang merayakan Maulid Nabi menjadi peruntungan tersendiri bagi pedagang asongan dan kaki lima. Di sepanjang jalan dapat dengan mudah ditemui pedagang yang menjajakan dagangannya.

Di desa Balunijuk misalnya, di desa ini mulai dari penjual mainan anak-anak, makanan dan minuman ringan hingga pedagang pakaian ramai mendatangi Desa Balunijuk. Bahkan tak sedikit warga dari daerah lain sengaja datang ke desa ini untuk menyaksikan keramaian peringatan Maulid Nabi. 

Putri Ayu, warga Pangkalpinang yang berkunjung ke Desa Balunijuk mengaku hampir setiap tahun dirinya bersama keluarga datang berkunjung untuk menyaksikan perayaan Maulid Nabi yang selalu meriah di Desa Balunijuk.

“Kebetulan kakak saya menikah dengan orang Balunijuk, jadi setiap tahun kami rutin berkunjung ke desa ini. Suasana perayaan Maulid Nabi lebih ramai dibanding Lebaran Idul Fitri. Mungkin karena banyak masyarakat dari berbagai daerah yang datang ke sini,” ujarnya

Sumber: Bangkapos.com, bangka.tribunnews.com

Iklan

Posted on 2 Desember 2017, in Agama, Tak Berkategori and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: