Iklan

Akhirnya Ust Abd. Shomad Dapat Melanjutkan Safari Dakwahnya Di Bali

​Serambimata.com –  Kabar penolakan masyarakat Bali terhadap Ustadz Abdul Shomad dalam sekejab beredar luas di media sosial. Tak ayal, berita tersebut menjadi kabar panas karena kejadian tersebut terjadi di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu sehingga menjadi isu yang sangat sensitif dinilai karena berbau sara. Beruntung kejadian yang mengundang keprihatinan berbagai pihak tersebut dapat diselesaikan dengan diijinkannya da’i yang sedang naik daun tersebut untuk melanjutkan safari dakwahnya di Masjid An-Nur, Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali. 

Kesepakatan yang melegakan tersebut diperoleh setelah dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian dengan massa penolak yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) berakhir damai.

Massa KRB terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali, seperti Laskar Bali dan Ganaspati. Ada juga perwakilan dari Perguruan Sandhi Murti yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Agung Ngurah Harta. Mereka sempat berunjuk rasa di laman Hotel Aston Denpasar, tempat Ustadz Abd Shomad menginap.

Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo mengatakan, penolakan atas Ustaz Somad semula berawal dari postingan di media sosial. Perkembangan dunia teknologi informasi, khususnya media sosial saat ini membuat perbedaan yang ada di Indonesia semakin runyam.

Hadi mengatakan, mediasi yang berlangsung antara keduanya akhirnya menemukan persamaan persepsi dan menghasilkan persetujuan. Polresta Bali akan mengamankan kedua belah pihak dan menjamin safari dakwah Ustaz Somad berjalan aman.

“Kita tak ingin adanya SARA di sini. Ini sudah ke arah SARA karena masalah agama. Jika sudah masalah agama, nantinya menjadi lebih besar lagi. Ini yang tidak kita inginkan. Safari dakwah Ustaz Somad tetap dilanjutkan,” kata Hadi di Hotel Aston Denpasar, Jumat (8/12) malam.

Hadi mengatakan, umat Hindu Bali selama ini berhubungan baik dengan pemeluk agama lain. Dia tak ingin ada kesan atau isu yang menyebar bahwa umat Hindu menolak Islam di Bali. “Pak Ustaz juga mengatakan pada kami bahwa perbedaan itu lebih indah,” kata Hadi.

Ustaz Somad pun langsung dikawal ke Masjid An-Nur oleh Kapolresta Denpasar. Sebelum meninggalkan Hotel Aston, Ustaz Somad menyampaikan pesan untuk semuanya. “Kita semua saudara senegeri, NKRI. Mungkin kamu bukan saudaraku seakidah, tapi sudah pasti saudaraku satu negara,” katanya.

Sumber : Republika Online

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 8 Desember 2017, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: