Iklan

NU Kecam Keputusan Trump Akui Yerussalem Sebagai Ibu Kota Israel

​Serambimata.com – Keputusan menyakitkan dikeluarkan presiden Amerikan Serikat, Donald Trump yang tetapkan Yerussalem sebagai ibukota Israel. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah pidato di Gedung Putih. “Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2017). 

Pernyataan Presiden Trump ini membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade. Trump juga tidak menggubris peringatan dari seluruh dunia bahwa hal itu isyarat tersebut selanjutnya mendorong perselisihan antara Israel dan Palestina.

Beberapa saat setelah Trump mengeluarkan keputusan kontroversial itu, ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) langsung mengeluarkan sikap resmi atas diakuinya Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Berikut selengkapnya :

Sikap Resmi PBNU atas Diakuinya Yerusalem sebagai Ibu Kota IsraelWaketum PBNU H M Maksum Machfoedz (kanan) bersama pengurus harian lain saat jumpa pers

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السَّــــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melihat dan mengamati dengan seksama dinamika perpolitikan internasional terutama sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, hal ini berpotensi meluasnya pelanggaran terhadap Prinsip Hukum Humaniter sebagaimana diatur dalam Protokol Tambahan I Tahun 1977 Pasal 53 menentukan perlindungan bagi objek-objek budaya dan tempat pemujaan. 

Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB atas Yerusalem No. 252 tanggal 21 Mei 1968 hingga Resolusi DK PBB No. 2334 tanggal 23 Desember 2016 menegaskan bahwa DK tidak akan mengakui perubahan apa pun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967.

Demikian halnya, Resolusi Majelis Umum PBB No. 2253 tanggal 4 Juli 1967 hingga Resolusi No. 71 tanggal 23 Desember 2016 yang pada pokoknya menegaskan perlindungan Yerusalem terhadap okupasi Israel. 

Melalui Resolusi No. 150 tanggal 27 November 1996, Unesco menyebut “Kota Tua Yerusalem” sebagai warisan dunia yang terancam punah. Dan pembangunan terowongan dekat Masjid Al Aqsa oleh Israel sebagai tindakan yang menyerang sentimen keagamaan di dunia. 

Terkait hal itu bersama ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan sikap:

1. Sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel merupakan suatu tindakan yang akan mengacaukan dan merusak perdamaian dunia. Sikap tersebut akan membuat situasi dunia menjadi semakin panas dan mengarah pada konfliik yang tak berkesudahan.

2. Mengecam keras tindakan pengakuan sepihak tersebut. Yerusalem bukanlah ibu kota Israel melainkan Yerusalem adalah ibu kota Palestina yang telah kita akui kedaulatannya. Dalam konteks ini, pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, mengeluarkan beberapa keputusan:
Pertama, PBNU mendukung kemerdekaan atas Palestina. Dukungan bagi kemerdekaan rakyat dan negara Palestina tidak bisa ditangguhkan. Oleh karena itu, PBNU mendesak agar PBB segera memberikan dan mengesahkan keanggotaan Negara Palestina menjadi anggota resmi PBB dan memberikan hak yang setara sebagai rakyat dan negara yang merdeka.
Kedua, NU mendesak PBB untuk memberikan sanksi, baik politik maupun ekonomi, kepada Israel dan negara manapun jika tidak bersedia mengakhiri pendudukan terhadap tanah Palestina.

Ketiga, Menyerukan agar negara-negara di Timur Tengah untuk bersatu mendukung kemerdekaan Palestina. 
Keempat, Mendesak agar OKI (Organisasi Kerjasama Islam) untuk secara intensif mengorganisir anggotanya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

3. Mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut serta dan proaktif dalam membantu problem yang terjadi di Palestina. Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi penengah yang bisa memediasi dinamika politik yang sedang terjadi.

4. Umat muslim dunia menyampaikan keprihatinannya dan mari bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, semoga rakyat di Palestina diberikan kekuatan dan ketabahan, semoga tercipta perdamaian di Palestina. 

5. Menyerukan secara khusus kepada warga NU untuk membaca doa qunut nazilah, memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT. Agar Palestina khususnya dan juga dunia dapat tercipta situasi yang damai.

وَاللهُ الْمُوَفِّقُ إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقِ
وَالسَّــــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jakarta, 7 Desember 2017

ttd

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Ketua Umum

ttd

DR. Ir. H. Helmy Faishal Zaini

Pernyataan sikap PBNU atas keputusan Donald Trump

Sikap GP AnsorSenada dengan PBNU,  Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor tak ketinggalan juga mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel bahkan juga akan memindahkan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Jerusalem. Ini akan menciptakan instabilitas dan berpotensi besar menimbulkan kerusakan peradaban manusia, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, namun juga di seluruh belahan dunia lainnya.

“Bukan tidak mungkin, tindakan konyol Donald Trump ini dapat memicu Perang Dunia ke-3,” tandas Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Quomas di sela hadir dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor Angkatan VI di Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Rembang, Kamis (7/12/2017).

Gus Yaqut, panggilan akrabnya, juga mengungkapkan bahwa GP Ansor menilai langkah Donald Trump tersebut telah merobek-robek proses perdamaian antara Israel dan Palestina.

“Tindakan pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalemsangat berpotensi menjadi isu agama yang sangat sensitif karena Yerusalem adalah Kota Suci bagi tiga agama dunia,” tegasnya.

Maka, pihaknya mendesak Pemerintah RI untuk selalu konsisten mendukung kemerdekaan negara Palestina dengan menolak pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Hal ini mutlak harus dilakukan Pemerintah RI karena sesuai dengan amanat konstitusi yang menyatakan bahwa ‘Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di muka bumi harus dihapuskan,” ungkapnya. 

Status Yerusalem – tempat suci bagi agama Islam, Yahudi dan Kristen – telah menjadi salah satu isu paling berdarah dalam upaya perdamaian Timur Tengah yang telah berjalan lama.

Seorang utusan Palestina mengatakan bahwa keputusan Trump adalah sebuah deklarasi perang di Timur Tengah. Paus Fransiskus meminta status quo Yerusalem untuk dihormati, mengatakan bahwa ketegangan baru akan semakin mengobarkan konflik dunia.

China dan Rusia menyatakan keprihatinannya bahwa rencana tersebut dapat memperburuk permusuhan di Timur Tengah.

Sumber: NU Online, muslimoderat.com dan sumber lainnya. 

Iklan

Posted on 8 Desember 2017, in Politik and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: