Iklan

Kesaksian Mahfud MD Saat Gus Dur Dilengserkan dan Wafat


Serambimata.com – Ada banyak kisah yang ditingggalkan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur semasa hidupnya. Kisah-kisah itu tetap terkenang bahkan  menjadi bagian terpenting dari perjalanan bangsa ini. Salah satunya adalah kesaksian yang diceritakan pakar hukum Tata Negara, Prof. Dr. Mahfud MD. Sosok yang dikenal sangat dekat dengan Gus Dur itu memberikan kesaksian tentang dua pristiwa yakni pada saat Gus Dur dilengserkan dari kursi Presiden dan pada saat beliau wafat. Fakta ini diungkap Mahfud MD pada peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur. 

Tentang Lengsernya Gus Dur 

Saya ( Mahfud MD), adalah seorang saksi, ketika Gus Dur mau dijatuhkan dari jabatan Presiden. Kalau Gus Dur mau tidak jatuh, kalau Beliau mau tetap menjabat sebagai Presiden, Beliau “BISA”.

Karena pada waktu itu, karena saya adalah salah satu orang yang diutus menemui tokoh-tokoh penting di negeri ini untuk mencari penyelesaian politik. Lalu pada saat itu ada penawaran bisa… dan Gus Dur akan selamat dari jabatan itu dan tidak akan jatuh asal Gus Dur mau merombak kabinet, memberi jabatan ini pada ini…jabatan menteri ini pada si B, jabatan ini pada si A.

Masalah itu, Saya sampaikan pada Gus Dur pada waktu itu,

“Ini masalah akan selesai pada kemelut ini, jika Bapak segera reshuffle kabinet, lalu jabatan menteri ini diberikan ini, jabatan ini pada ini, nanti akan aman, di DPR tidak akan

ada lagi protes-protes”.
Tapi pada waktu itu Gus Dur menjawab :

Saya tidak akan mempertahankan jabatan kalau  mengorbankan prinsip, demokrasi dan konsitusi bukan pasar  dan bukan tempat jual beli jabatan”.

 Oleh karena itu, kalau saya mempertahankan prinsip ini harus berhenti jadi Presiden maka, saya memilih berhenti jadi Presiden “. Begitu kata Beliau.

Tentang Wafatnya Gus Dur

Beliau Gus Dur, pantas mendapat do’a dari begitu banyaknya umat Islam rakyat Indonesia dan bukan hanya dari kalangan islam saja.

Karena Gus Dur, memang orang yg penuh pengorbanan untuk kita, untuk Indonesia, untuk umat islam, khususnya keluarga besar NU. Dengan Gus Dur,  warga NU bisa tampil mempunyai kepercayaan diri  dan pantas  berkiprah. Misal bekiprah ditengah masyarakat dan bernegara.

Gus Dur telah memperkenalkan pula Islam yang ramah ke seluruh dunia,sehingga dunia mengenal Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan paling moderat. Kita sebagai umat Islam diajak untuk percaya diri dan menunjukkan pada dunia bahwa kita bisa

Dan kita juga diajarkan sifat toleran. Dengan toleran tidak membuat orang lain takut, tapi tidak mengurangi keyakinan, tanpa mengurangi akidah. Dan menunjukkan akidah kita bahwa Islam agama yang benar.Islam agama yang diyakini sepenuhnya tanpa membuat orang lain takut.

Oleh sebab itu, saya meyakini bahwa seabad atau sepanjang  abad yang lalu sampai sekarang, dan mungkin mulai sekarang sampai satu abad ke depan…mungkin tidak ada orang yang sekaliber Gus Dur, dimana wafatnya, lalu diantarkan dan ditangisi sampai berjuta-juta orang sampai berhari-hari.Di Mesir juga belum pernah ada, Di Luar Negeri mungkin baru terjadi di India, ketika Mahatma Gandhi meninggal.

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 27 Desember 2017, in Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: