Iklan

Dimediasi Kapolres, Kiai Azaim Maafkan Pelaku Penghinaan Dirinya

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy didampingi Kapolres Situbondo saat menyampaikan sikapnya atas penghinaan terhadap dirinya

Serambimata.com – Dengan dimediasi langsung oleh Kapolres Situbondo,  pelaku penghinaan terhadap KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Reno Wijaya alias Eno meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Atas permintaan maaf tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo tersebut mengaku telah memaafkan pemuda asal Kapongan tersebut bahkan sebelum ia minta maaf. 

Kendati begitu, Kiai Azaim berharap agar kasus hukum yang menimpa pemuda asal Kesambirampak, Kapongan itu tetap dilanjutkan agar tidak bias dan menimbulkan efek jera serta menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Apalagi menurutnya tahun 2018 adalah tahun politik. 

“Maka secara pribadi, jika itu kesalahan kepada pribadi saya, saya memaafkan sebelum saudara Reno minta maaf. Namun harapannya agar ini tidak bias, menjadi efek jera dan menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak. Terlebih tahun 2018 ini tahun politik, tahun yang penuh dengan ujian terberat bagi stabilitas keamanan, maka kita percayakan kepada Polru untuk memproses secara hukum, harapnya usai mediasi, Selasa (01/01/2018).

Sikap tersebut diambil karena menurut Kiai Azaim, ia harus benar-benar berdiri di dua sisi yang sama-sama baik. Di satu sisi ia harus belajar kepada sifat RahmahNya Allah dan di sisi lain ia belajar sifat AdhalahNya Allah yang Maha Adil. 

Kiai muda kharismatik itu juga berharap agar semua pihak mendukung terciptanya stabilitas dengan mempercayakan kepada Polres Situbondo untuk memperoses secara hukum. Ia juga meminta  mendoakan Polri agar amanah dan mampu menyelesaikan kasus ini dengan baik dan bijaksana. 

Cucu Pahlawan Nasional, Kiai As’ad itu juga menyampaikan harapan dan himbaun kepada seluruh masyarakat, alumni dan simpatisan agar mengawal proses hukum ini dengan bijaksana karena kasus kali ini menyangkut persoalan hukum dan SARA yang rawan disalah artikan 

“Tunjukkan umat Islam beradab, tunjukkan umat berakhlaqul karimah, tunjukkan kita ini santrinya Kiai Syamsul Arifin, tunjukkan kita ini santrinya Kiai As’ad Syamsul Arifin, tunjukkan kita ini santrinya Kiai Ahmad Fawaid Syamsul Arifin. Jangan coreng nama beliau dengan tindakan-tindakan yang tidak mendukung kondusifitas di Situbondo khususnya dan Indonesia pada umumnya”, harapnya dengan suara bergetar.

Sementara itu,  Kapolres Situbondo,  AKBP Sigit Dany Setiyono, SH, SIK, MSc (Eng), memastikan proses hukum bagi pelaku pelanggaran Undang-Undang ITE, Reno Wiyaya. 

“Untuk memberikan kepastian hukum dsn menjunjung tinggi rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat maka Kepolisian akan melaksanakan prosedur tindak lanjut terhadap planggaran pasal 28 Undang-Undang ITE dengan melakukan pemeriksaaan dan upaya-uapaya penyidikan lebih lanjut”. Tegas Sigit.

Kapolres juga berharap kepada masyarakat agar menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga proses hukum berjalan dengan lancar sesuai harapan. Tidak menambah persoalan-persoalan baru dengan tindakan-tindakan yang kontraproduktif. 

Sebelumnya, melalui akun media sosial Facebook, Eno diduga telah melakukan penghinaan kepada KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dengan menulis kata-kata tak pantas, penghinaan dan melecehkan dengan menyertakan poster himbauan Kiai Azaim kepada santrinya terkait perayaan Tahun Baru Masehi. 

Selaian Kapolres Situbondo dan jajarannya, mediasi yang berlangsung di kediaman Pengasuh Pesantren Sukorejo itu juga dihadiri Danramil Kapongan, Camat Kapongan, Kepala Desa Kesambirampak, beberapa alumni dan santri. (hans)

Iklan

Posted on 1 Januari 2018, in Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: