Iklan

Kampanyekan Anti Wahabi, Aina Gamzatoza Tantang Putin di Pilpres Rusia 2018

Aina Gamzatova, perempuan Muslimah ini akan menantang Vladimir Putin dalam pemilihan presiden Rusia 2018. (sumber: tempo.co)

Serambimata.com – Rusia menjadi salah satu negara di Eropa yang geliat keislamannya begitu kuat. Bahkan, islam di Rusia menjadi agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks. Sekitar 21 – 28 juta penduduk atau 15 – 20 persen dari sekitar 142 juta penduduk Rusia memeluk agama Islam. 

Di bawah kepimpinan Vladmir Putin, kehidupan Muslim di Rusia membaik jika dibandingkan dengan masa kekuasaan Komunis dahulu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia, Putin memasukkan menteri Muslim dalam kabinetnya dan mengakui eksistensi Muslim Rusia.

Dan tahun 2018 sepertinya akan ada kejutan di negeri Tirai Besi tersebut. Seorang perempuan Muslim berhijab asal Dagestan, Aina Gamzatova akan menantang Vladimir Putin pemilu presiden Rusia yang akan berlangsung pada Maret 2018.

Seperti dilansir Aljazeera, Ahad 31 Desember 2017, Gamzatova, 46 tahun, menyatakan pencalonannya melalui Facebook.

Deklarasi itu disambut suka cita oleh ratusan pendukungnya di Makhachkala, ibu kota Dagestan pada Sabtu lalu. Para pendukunganya berkumpul di jalanan kota untuk melakukan selebrasi. Dagestan merupakan wilayah Rusia yang memiliki penduduk dengan mayoritas beragama Islam.

Dalam kampanyenya, dia ingin Kremlin semakin keras terhadap pejuang yang ingin mendirikan negara yang terpisah di Kaukasus Utara di bawah hukum Islam.

“Saya mendukung sikap anti-Wahhabisme setelah pemerintah daerah maupun beberapa pejabat federal yang bertanggung jawab atas wilayah tersebut telah mencoba untuk diam dalam beberapa tahun terakhir.”

Maraknya kelompok bersenjata di Rusia berasal dari awal 1990-an, ketika ratusan pejuang dari dunia Muslim bergabung dengan kelompok separatis di negara tetangga Chechnya.

Banyak orang Saudi, dan doktrin mereka melarang Sufi sebagai “orang musyrik” yang memuliakan “orang-orang kudus” dan tempat-tempat suci.

Gamzatova merupakan anggota kelompok sufi yang dipimpin mendiang Said-Afandi Chirkavi. Ulama ini tewas akibat serangan perempuan pembom bunuh diri di Kaukus pada 2012.

Gamzatova juga bukan sembarang perempuan. Dia merupakan kepala dari grup media muslim terbesar Rusia, Islam.ru. Grup itu terdiri atas stasun televisi, radio, surat kabar, serta penerbit buku-buku Islam.

Sumber: Al Jazeera

Adapun suaminya, Akhmad Abdulaev, adalah seorang mufti di Dagestan. Abdulaev adalah suami kedua Gamzatova. Suami pertamanya Said Muhammad Abubakarov, meninggal pada 1998 dalam ledakan bom mobil di Dagestan. Pembunuhnya tak pernah ditemukan namun ia secara umum mengecam “Wahabi”, istilah yang sering dia gunakan untuk menggambarkan para petempur yang banyak berasal dari Arab dan ia katakan akan ia hadapi dengan tegas.

“Mereka haus darah”, katanya dalam berbagai buku dan pernyataan, walaupun ia sering mendapat ancaman mati.

Bangkitnya kelompok bersenjata di Rusia dimulai pada awal 1990 saat ratusan petempur bergabung dengan separatis di Chechnya.

Sejak 2013, para petempur dari Kaukasus Utara banyak yang mengikuti kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS di Suriah dan Irak.

Gamzatova mengatakan masalahnya masih jauh dari selesai walaupun pemerintah-pemerintah daerah mulai melakukan dialog dengan para petempur. 

(Sumber diolah dari dutaislam.com, tempo.co dan bbc.com)

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 6 Januari 2018, in Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: