Iklan

Biadab! Seorang Pria Aniaya Kiai Saat Dzikir Sambil Teriak “Calon Penghuni Neraka!”

Serambimata.com – Ini sungguh biadab, dan inilah sejatinya yang paling pantas disebut penistaan terhadap ulama’. Bagaimana tidak, seorang Kiai sepuh, pengasuh pondok pesantren dianiaya oleh pria tak dikenal sambil meneriakinya sebagai calon penghuni neraka pada saat sang Kiai berdzikir (wirid) usai menjadi melaksanakan sholat Subuh berjamaah di sebuah masjid.

Adalah KH. Umar Basri alias Ceng Emon/Mama Santiong), pengasuh pondok pesantren Santiong Cicalengka, Bandung, Jawa Barat yang dianiaya oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya dengan ciri-ciri berpakaian kemeja levis dan memakai sarung. Kejadian yang kini sedang viral di media sosial itu terjadi pada Sabtu (27/01/2018) sekitar pukul 05.30 wib, saat tokoh yang dikenal sebagai kiai NU itu berzdikir usai melaksanakan sholat Subuh berjamaah di Mushalla Al Hidayah.

Menurut keterangan saksi mata, kronologi penganiayaan bermula ketika pelaku mengikuti sholat berjama’ah shubuh di Mushalla Al-Hidayah. Usai sholat berjama’ah, para jama’ah yang diperkirakan mencapai tiga shof langsung keluar meninggalkan masjid setelah terlebih dahulu mematikan lampu seperti kebiasaan Kiai Umar setiap hari. Praktis, di dalam mushalla hanya tersisa pelaku dan Kiai Umar yang sedang melakukan wirid khusus. Pada saat itulah pelaku langsung menyerang dan memukul Kiai Umar bertubi-tubi dengan tangan kosong. Tak ayal, Kiai Umar tergeletak tak berdaya, wajahnya lebam bahkan berlumuran darah.

Sebelum melakukan aksi penganiayaan pelaku sempat menendang kotak penyimpanan amplifier sambil berulang-ulang mengeluarkan kata-kata kasar, “ini pinarakaeun (ini alat menuju neraka)”. Lalu, pelaku mengatakan “Nu didiyeu punarakaeun kabeh (Yang disini semua calon penghuni neraka semua)”.

Dalam waktu bersamaan, Kiai Umar sedang ditunggu santri untuk ngaji. Namun, Ditunggu tak kunjung datang hingga salah satu santri menyusul ke mushalla. Ternyata Kiai Umar ditemukan tak berdaya belumur darah.

KH. Umar Basri atau Ceng Emon dikenal sebagai Ahli Tafsir Jalalain Jawa Barat Pimpinan dan Guru Ponpes Santiong Cicalengka Bandung, beliau adalah putra dari Kyai Suhrowardi, salah seorang murid Hadlratussyeikh KH. Hasyim Asyari.

Saat ini, Kiai Umar masih menjalani perawatan serius di RS Al-Islam. Kabar terakhir, Beliau yang juga kakak dari KH. Ceng Amas Mansyur telah siuman dan mulai siuman.

Di tempat kejadian perkara, aparat kepolisian Polres Bandung yang dipimpin oleh Wakapolres Bandung Kompol Mikranudin didampingi Kapolsek Cicalengka Kompol Asep Gunawan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga berita ini ditulis proses penyelidikan dan pengejaran pelaku masih berlangsung.

Sementara itu, keluarga besar Nahdlatul ‘Ulama, khususnya Jawa Barat sebagaimana dilansir ltnnujabar.com berharap pelaku dapat segera ditangkap dan diadili. NU Jabar juga mengecam keras tindak penganiayaan (apalagi fisik) terhadap ulama tersebut dan berharap Kiai Umar segera pulih, sehat seperti sediakala dan dapat beraktifitas kembali seperti biasa mengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Santiong.

Berikut kronologi dan saksi :

TKP: Mesjid Al-Hijdayah Kp. Santiong RT 04/RW 01, Ds. Cicalengka Kulon Kec. Cicilengka Kab. Bandung.
Waktu: Sabtu, 27-01-18 sekitar pukul 05.30

Peristiwa: Penganiayaan Korban: N: KH. Umar Basri Bin KH. Syuhrowardi U: 60 Th P: Pengasuh Pesantren Al-Hidayah.

A: TKP Pelaku: Masih dalam penyelidikan, Seorang laki-laki belum diketahui identitasnya, dengan ciri pakai kemeja levis (biru)

Saksi:

1.N: Endik U: Kab Ciamis 19-09-1960 P:Buruh A: Kp. Santiong Rt 03/Rw 01 Ds. Cicalengka Kulon.

2.N: Engkos U: 50 Th P: Swasta
A: Kp. Tenjolaya Rt. 03/Rw 03 Ds. Tenjolaya.

Modus: Tersangka memukul korban yang sedang duduk wiridan dengan membabi buta dengan tanpa masalah.

Lain-lain: Korban mengalami luka-luka di bagian kepala & muka dan telah dilarikan ke RS.AMC Cileunyi.

Demikian kronologi kejadian penganiayaan KH :KH. Umar Basri yang diketik ulang oleh Gus Muhammad Yafie Mursyidi

Berikut Teks Asli kronologi kejadian :

Data diolah dari Dutaislam.com, MusliModerat.net dan lainnya.

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 27 Januari 2018, in Agama and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: