Iklan

JRA Situbondo Gelar Pelatihan Praktisi Ruqyah Aswaja Bersama Gus ‘Allama

Gus ‘Allama Alauddin Shidiqi (kanan) dan Ustadz Ahmad Basri (tengah)

Serambimata.com – Ratusan peserta dari Kabupaten Situbondo, Bondowoso bahkan dari pulau Bali mengikuti Pelatihan Praktisi Ruqyah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja), Minggu (25/02/2018) di Pondok Pesantren Nurul Huda, Paowan Situbondo. Tidak hanya kaum pria, beberapa wanita dari organisasi Muslimat NU juga ambil bagian pada kegiatan pelatihan tahap kedua yang digagas oleh Jam’iyah Ruqyah Aswaja Laskar Kuda Putih (JRA-LKP) Situbondo.

Sebagai instruktur pada Pelatihan yang dilaksanakan sehari tersebut, panitia langsung mendatangkan Pendiri dan Pembina JRA pusat, Gus ‘Allama Alauddin Shidiqi untuk materi Ruqyah dan Dewan Pengawas JRA, Ustadz Cholil Yahya di bidang ilmu Pengobatan Ala Nabi, Bekam dan Gurah.

Selama pelatihan berlangsung, peserta lebih banyak menerima materi praktik dibanding teori dengan perbandingan 70 : 30. Hal itu membuat para peserta sangat menikmati jalannya pelatihan tersebut meskipun berakhir hingga hingga pukul 23.00 wib. Lebih-lebih para nara sumber menyampaikan materinya dengan santai tapi serius dengan sesekali menyelipkan candaan yang membuat peserta betah menerima materi mulai pukul 08.00 pagi.

Gus ‘Allama atau lebih akrab dipanggil Gus Ama’ yang mendapat giliran pertama mengisi pelatihan menyampaikan beberapa ilmu tentang Ruqyah Aswaja mulai dari sejarah Ruqyah Aswaja, metode Ruqyah Aswaja, Adab Ruqyah Aswaja, Tawassum (firasat), detoksifikasi dan tahsinat serta Ruqyah Khoyali.

“Tujuan yang benar ikut pelatihan Ruqyah Aswaja ini adalah untuk berdakwah bersama-sama. Yang kita dakwahkan adalah Al Qur’an sebagai obat pertama dan utama untuk makhluk yang sakit. Kenapa makhluq ? Karena dakwah JRA tidak hanya kepada manusia tapi juga kepada tumbuhan, hewan bahkan Jin”, jelas Gus Ama’ sambil membeberkan dalil, kisah dan pengalamannya menyembuhkan sakit pada binatang dengan Ruqyah.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Ngadirejo, Diwek, Jombang itu ada tiga kesalahan niat dan tujuan mempelajari ilmu Ruqyah, yakni ingin jadi praktisi, ikut-ikutan dan ingin berobat. Alasan kesalahan tersebut karena tujuan yang pertama (ingin menjadi praktisi) hanya menjadikan Roqi (peruqyah) sebagai profesi, sehingga setelah ikut pelatihan langsung membuka praktek bahkan dijadikan media mencari penghasilan. Niat kedua (ikut-ikutan) akan melahirkan roqi yang tidak siap sehingga dikawatirkan ketika meruqyah, penyakit pasien justru pindah ke roqi. Bila itu terjadi, bukannya sembuh, justru roqinya yang muntah dan kesurupan. Sedangkan untuk tujuan ketiga yakni untuk berobat, untuk tujuan tersebut tidak perlu menjadi praktisi Ruqyah tapi cukup ikut ruqyah saja.

(Baca pernyataan Kiai Azaim: Ruqyah Aswaja Hadir Karena sebuah Keprihatinan)

Di akhir acara, Gus Ama’ juga mengijzahkan secara resmi ilmu Ruqyah Aswaja kepada seluruh peserta dengan terlebih dahulu membaca seluruh sanad Ruqyah Aswaja hingga sampai kepada Rasulullah SAW.

“Ruqwah Aswaja tidak boleh bahkan haram menggunakan khodam jin atau minta bantuan kepada jin”, pesan Gus Ama’ sebelum memulai acara ijazah bersanad yang langsung dipimpinnya.

Selain mengajari langsung ilmu Ruqyah Aswaja, Gus Ama’ juga menyempatkan diri untuk meruqyah masyarakat sekitar maupun keluarga peserta pelatihan dalam acara khusus Ruqyah Massal. Acara yang dilaksanakan usai sholat Isya’ tersebut sekaligus menjadi kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung tentang tata cara meruqyah pasien bahkan dalam jumlah besar.

Sementara itu, Wakil Ketua JRA-LKP Situbondo, Ustadz Yusji Zuhro, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta untuk mengikuti pelatihan praktisi Ruqyah Aswaja yang kadua kalinya dilaksanakan. Ia juga menungkap tentang alasan mengapa JRA Situbondo dinamai Laskar Kuda Putih (LKP).

“Nama Laskar Kuda Putih lahir setelah pengurus JRA Situbondo minta petunjuk kepada pembina JRA Situbondo sekaligus pembina JRA Jawa Timur, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. Dari sanalah akhirnya lahir nama Laskar Kuda Putih karena tafa’ulan (harapan) dapat meneladani semangat dakwah dan perjuangan Pahlawan Nasional KHR Asad Syamsul Arifin yang berjuluk Satria Kuda Putih dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI”, ungkap ustadz Yusji.

Hadir pada acara pelatihan tersebut, ketua JRA Wilayah Jawa Timur, Ustadz Ahmad Basri. Pria asli Mimbaan Situbondo tersebut juga ikut mendampingi bahkan memandu praktik Ruqyah Aswaja hingga acara berakhir. Menurut rencana, Gus Ama’ dijadwalkan akan melakukan Ruqyah Massal di MTs NU Asembagus, pada Senin (26/02/2018) pukul 14.00 wib (Hans)

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 26 Februari 2018, in Agama, Kesehatan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: