Iklan

Pesan Ulama Maroko Kepada Santri Sebagai Bekal Pulang Liburan

Sayyid Muhammad Amin Al-Idrisi Al-Hasan (tengah) dan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy (kanan)

Serambimata.com – Setiap Memasuki bulan Sya’ban atau saat-saat menjelang bulan Ramadhan, bahagia dan gembira selalu dirasakan oleh para santri di pondok-pondok pesantren. Maklum, pada bulan tersebut mereka akan segera memasuki liburan panjang lalu mereka mengisinya dengan pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga untuk melepas kerinduan setelah hampir satu tahun belajar dan mengaji di pesantren masing-masing.

Kendati begitu, para santri diharapkan dapat mengisi liburan panjangnya dengan kegiatan positif. Sebagaimana harapan yang disampaikan Sayyid Muhammad Amin Al-Idrisi Al-Hasani, ulama asal Maroko kepada ribuan santri Pondok Pesantren Salafiyah Sukorejo, Situbondo, Selasa (01/05/2018) di Masjid Jami’ Ibrahimy Sukorejo.

Dari web resmi Pesantren Sukorejo, sukorejo.com, Sayyid Muhammad Amin menyampaikan bahwa liburan panjang bukan berarti berhenti untuk mengaji. Beliau berharap kepada para santri agar menggunakan liburan dengan sebaik-baiknya sebagai ajang untuk berdakwah dan bersilaturrahim kepada sanak keluarga dan teman-temannya.

Cucu ke-38 dari Nabi Muhammad SAW tersebut berharap santri Sukorejo memanfaatkan liburan untuk mengajak berbuat baik dan menjauhi kemungkaran kepada keluarga terdekat, teman, dan tetangganya. Santri Sukorejo hendaknya memanfaatkan liburan untuk bersilaturrahim kepada mereka. “Jangan lupakan ilmu yang kaupelajari selama di pondok dan belajarlah selama di masyarakat,” katanya.

Sayyid Muhammad berpesan, agar santri Sukorejo dalam bergaul dengan masyarakat dengan akhlakul karimah, terutama sikap tawadhu’, rendah hati. Para santri hendaknya menghindari banyak bercanda dan berkata sia-sia yang tidak bermanfaat. “Jauhkan kalian dari sifat-sifat tersebut,” imbuhnya.

Menurut Sayyid Muhammad, santri Sukorejo harus menjaga kewibawaannya sebagai seorang santri. Namun menjaga kewibawaan tersebut bukan dengan cara jarang bergaul dengan masyarakat; sebab Nabi Muhammad SAW merupakan orang yang peduli dan tersenyum kepada orang. Menjaga kewibawaan bukan dengan cara tidak bertutur sapa dengan orang; namun “orang yang terbaik bagi orang Islam adalah orang yang lemah lembut hatinya,” ungkapnya.

Sayyid Muhammad mengatakan, para santri Sukorejo hendaknya menanamkan kewibawaan dengan akhlakul karimah, dengan berperilaku lemah lembut dan rendah hati dalam bergaul dengan orang lain. Sayyid Muhammad juga berharap agar para santri senantiasa meminta hidayah kepada Allah dan selalu bertawassul kepada para guru (Syamsul A Hasan)

(Sumber Sukorejo.com)

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 2 Mei 2018, in Sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: