Iklan

Survey ini Ungkap Seberapa Kuat Gerakan #2019GantiPresiden

ublik atau 55,5 persen responden menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden pada periode

Serambimata.com – Gerakan tagar #2019GantiPresiden booming dan selalu menjadi topik hangat di berbagai media. Gerakan ini masif dilakukan oleh kelompok masyarakat yang menghendaki agar pada pemilu pemilihan presiden tahun 2019 nanti tak lagi memilih Joko Widodo dan menggantikannya yang lain. Lalu, seberapa besar kekuatan gerakan mereka dalam mempengaruhi masyarakat agar tak memilih capres incumbent. Benarkah sebagian besar rakyat benar-benar ingin mengganti Jokiwi sebagaimana klaim mereka sejauh ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Lembaga survei, Indo Barometer berhasil mengungkap bahwa mayoritas publik mengetahui gerakan
#2019GantiPresiden . Sebanyak 54,5 persen responden menyatakan mengetahui gerakan itu, sementara 40,7 persen tidak tahu.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, dari responden yang tahu gerakan itu, 61,1 persen di antaranya menyatakan tidak setuju. “Sebanyak 34,1 persen publik setuju dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab,” ujarnya di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

Publik yang setuju akan gerakan itu, kata Qodari, mempunyai tiga alasan utama, yakni 26,6 persen menginginkan perubahan, 14,3 persen memiliki hak demokrasi, dan 12,3 persen menyatakan ada calon presiden yang lebih baik.

Adapun tiga alasan utama publik tidak setuju dengan gerakan #2019GantiPresiden adalah 29,1 persen menginginkan Joko Widodo melanjutkan pembangunan, 13,1 persen menilai kinerja Jokowi terbukti, dan 7,8 persen menyatakan puas dengan kinerja Presiden.

Qodari mengimbuhkan, dari distribusi pilihan presiden terhadap publik yang setuju dan yang tidak setuju dengan gerakan #2019GantiPresiden, 49,5 persen publik yang menyatakan setuju akan mendistribusikan suaranya kepada Prabowo Subianto serta 33,3 persen terdistribusi kepada Jokowi.

Sedangkan 52,3 persen publik ang tidak setuju dengan gerakan itu akan mengalirkan suaranya kepada Jokowi dan 19 persen suara akan terdistribusi kepada Prabowo.

Dalam survei yang sama, Qodari menuturkan mayoritas publik atau 55,5 persen responden menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden pada periode 2019-2024. Sebanyak 30,2 persen menyatakan tidak ingin, sementara 14,3 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei Indo Barometer dilaksanakan pada 15-22 April 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200. Adapun margin of error survei ± 2.83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Sumber: Tempo.co

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 23 Mei 2018, in Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: