Iklan

Kiai Azaim: Sholat Sunnah Istimewa itu Bernama Sholat Tasbih

Serambimata.com – Ada keinginan besar dari Penasihat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy agar Sholat Tasbih menjadi gerakan nasional. Tidak hanya karena sholat sunnah tersebut nyata-nyata pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dibuktikan oleh hadist shohih yang menjadi dalil kesunnahannya tapi juga karena beberapa keistimewaan di dalamnya. Maka melalui DMI Situbondo dengan kegiatan Safari I’tikaf ke beberapa masjid yang digelar di hampir setiap Ramadhan, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo itu berulang-berulang menjelaskan tentang perlunya memasyarakatkan sholat Tasbih dengan beberapa keistimewaan di dalamnya.

Dengan semakin banyaknya umat Islam mengenal dan memahami sholat Tasbih diharapkan sholat tersebut dapat dilaksanakan dengan istiqomah sebagaimana sholat sunnah lainnya seperti sholat Dhuha, Tahajjud dan lainnya.

Keistimewaan pertama adalah karena sholat Tasbih ini riwayat sanatnya istimewa. Perawi hadist Imam Abu Daud mendapatkan hadist ini dari para perawi yang bersambung kepada Sayyidatina Ikrimah.

“Istimewanya kenapa? karena sahabat Ikrimah mendapatkan informasi langsung dari Sayidina Abbas bin Abdul Muthallib ketika menyaksikan bagaimana Rasulullah menawarkan kepada ayahandanya Sayyidina Abbas, ya Abbas ya Amman Nabi. lalu Nabi mengajarkan tentang sholat Tasbih dan bacaan khusus di dalamnya”, kisah Kiai Azaim sebelum pelaksanaan sholat Tasbih di Masjid Besar Baiturrahman, Besuki, Minggu (10/06/2018).

Sholat tasbih diajarkan langsung oleh Nabi SAW kepada sang Paman agar mengamalkannya setiap hari, jika tidak mampu dilaksanakan setiap hari maka lakukan setiap Jumat, jika tidak bisa maka laksanakan setiap bulan, jika masih tidak bisa, setiap tahun. Tapi bila setiap tahun tidak bisa, maka laksanakan sekali seumur hidup.

“Seandainya kita yang menerima nasihat seperti ini maka pesan apa yang kita rasakan? Bahwa jangan sampai usia kita terlewatkan kecuali pernah merasakan sholat Tasbih, ini menunjukkan ada sesuatu yang istimewa”, tambahnya.

Tidak hanya itu, menurut Kiai muda yang akrab disapa Kiai Azaim itu, bacaan tasbih subhanallah wa bihamdihi di dalam sholat tasbih adalah bacaan istimewa karena wiridannya para Malaikat.

“Kalau kita membacanya berarti kita mendaftarkannya sebagai orang-orang istimewa, amiin, in sya Allah”, harap Kiai Azaim.

Murid Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi Al Maliki itu menambahkan keistimewaan lainnya dari sholat tasbih. Ia menjelaskan bahwa bacaan subhanallaah wal hamdulillaa wa laa ilaa ha illallaahu wallahu akbar ini adalah satu paket yang ketika dibacakan akan sampai ke langit.

“Setiap Malaikat di setiap tujuh lapis langit diperkenalkan oleh Malaikat yang membawa kalimat thayyibah ini, ini bacaannya si fulan, ini bacaannya si fulanah. Maka malaikat yang mengetahui informasi tentang amalan dzikir ini mendoakan :

اللهم اغفر لمن قراها

Ya Allah ampunilah pemilik amalan bacaan ini.

Maka salah satu fadhilahnya adalah ketika kita melaksanakan sholat Tasbih dan membaca tasbih (subhanallah ila akhirihi), sebelum kita memohon, maka Malaikat terlebih dahulu memohonkan ampun agar Allah mengampuni dosa-dosa kita”, paparnya.

Keistimewaan lain dari bacaan tasbih adalah bacaan tersebut akan menggaung dan menggema seperti suara lebah di arsy, memutar seluas arsy sambil memperkenal dirinya, “saya bacaan si fulan, saya bacaan si fulanah”.

“Kalau sudah bacaan tasbih kita menghubungkan ruhani menembus arsy maka diharapakan segala hajad terkabulkan. Oleh karena itu dalam kesempatan terbaik ini jangan hanya meminta hajat pribadi, keluarga atau hajat yang bersifat lokal tapi bagaimana secara nasional, bangsa kita, negara kita, para pemimpin kita, ulama kita didoakan semoga mendapat bimbingan dari Allah. Negara kita menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur“, pungkasnya.

Kegiatan Safari I’tikaf dan sholat Tasbih DMI Situbondo bekerja sama dengan Polres Situbondo hampir setiap Ramadhan melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin. Untuk Ramadhan tahun ini dimulai sejak 3 Ramadhan di Masjid Al Mukarromah Kesambirampak Kapongan dan berakhir pada malam 27 Ramadhan di Masjid Al Askar Polres Situbondo. (Hans)

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 14 Juni 2018, in Agama and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: