Iklan

Testimoni TGB Tentang Bacaan Sholat Jokowi di Tenda Pengungsian

Serambimata.com – Sadar di tempat itu ada Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi yang hafidz Al Qur’an, Presiden Jokowi mempersilahkan TGB untuk menjadi Imam Sholat Magrib hingga tiga kali. Tapi TGB tak bersedia dan tetap minta Jokowi jadi Imam bersama ratusan pengungsi korban gempa. TGB beralasan demi menghormati tamu dan diam-diam ingin mengetahui bacaan Al Qur’an Jokowi.

Di luar dugaan, pada moment sholat Maghrib yang berkesan bagi TGB itu, ia menilai bacaan Al Qur’an Presiden Jokowi sangat terang. Bahkan TGB masih mengingat bacaan surat dan do’a yang dibaca Jokowi.

Berikut testimoni TGB soal bacaan Sholat Jokowi, dikutip dari akun facebook pribadinya :

“Shalat maghrib di mushola darurat ini tidak direncanakan. Mulanya, di jadwal Beliau (Presiden Joko Widodo ) mendengar paparan di posko utama di Tanjung. Paparan baru berlangsung 5 menit, tiba-tiba Beliau gelisah, tengok saya lalu bilang, “Kita jenguk masyarakat saja, Tuan Guru”. Saya tanya, Pak Presiden mau jenguk di lokasi mana? Beliau jawab, terserah Tuan Guru. Lantas semua kalang kabut. Naik mobil, lalu turun di salah satu lokasi dekat pinggir selokan.

Bapak Presiden kemudian bincang-bincang dengan masyarakat yang ada, mendadak berkerumun mengelilingi Beliau, tanya ini-itu terkait kondisi terakhir sambil bagi-bagi kerudung, buku dan sembako. Setelah itu kembali ke tenda karena sudah menjelang malam. Di tengah jalan, mampir ke tempat pengungsi di tengah lapangan. Datanglah waktu maghrib, Beliau ajak kami shalat. Ajudan ingatkan, musholla tidak layak dan air minim untuk wudhu, Beliau tetap berkeras. Jadilah, kami shalat disitu.

Tiga kali kali Pak Jokowi mempersilahkan saya jadi imam, “Ayo, Tuan Guru”. Saya minta Beliau yang jadi imam. Menghormati tamu. Sekaligus ingin tahu bacaan shalat sehari-hari Beliau.

Ternyata bacaan Beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca Surah Al-Humazah dan rakaat kedua membaca Surah Quraish.

Habis shalat, zikir ditutup doa Beliau: Allohumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna. Lalu doa Ashabul Kahfi, “Rabbana aatinaa min ladunka..” dan ditutup dengan doa sapujagat. Terakhir mushafahah dengan jamaah.

Terima kasih Bapak Presiden. Maghrib yang berkesan. Lombok 13 Agustus 2018″.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1835803703193441&id=1527829520657529

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 14 Agustus 2018, in Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: