Iklan

Asian Games 2018, Capaian Indonesia Terbaik Sepanjang Sejarah

Serambimata.com – Asian Games 2018 membuat Indonesia tiba-tiba menjadi perbincangan dunia. Mereka terkagum-kagum pada negara yang selama ini dipandang sebelah mata. Bagaimana tidak, pembukaan pesta olah raga negara-negara Asia itu begitu dahsyat ditonton jutaan mata dan menjadi trending topik dunia. Sampai-sampai negara maju seperti Jepang mau belajar dari Indonesia untuk persiapan Olimpiade 2020 nanti.

Tidak hanya itu, yang lebih membanggakan, ajang adu tangguh di bidang olah raga empat tahunan itu menjadi momen pembuktian bagi anak-anak Indonesia untuk dapat bersaing di bidang olah raga di kancah dunia. Dan hal itu dibuktikan dengan prestasi yang diraih atlit-atlit Indonesia mampu melampaui target perolehan 16 medali emas di saat Asian Games masih menyisakan sepekan lagi.

Bahkan dalam sehari kamarin, Senin (27/08/2018) Indonesia berhasil menyumbang 10 medali emas, masing-masing 8 emas dari Cabang Olah Raga (cabor) pencak silat dan 2 emas dari Speed Relay Climbing beregu putera dan puteri. Sehigga total medali yang berhasil disumbangkan untuk Indonesia hati ke sembilan Asian Games 2018 mencapai 64 medali, dengan rincian 22 emas, 15 emas dan 27 perunggu.

Capaian ini tidak hanya membuat Indonesia bertengger di posisi empat klasemen sementara perolehan medali di bawah Korea Selatan, tapi juga berhasil melampaui capaian terbaiknya di tahun 1962 saat Indonesia juga menjadi tuan rumah Asian Games. Saat itu, Indonesia meraih 11 medali emas.

Pundi-pundi medali Indonesia pun dipastikan masih bakal terus bertambah karena perhelatan Asian Games 2018 baru memasuki hari kesembilan.

Tercatat, beberapa cabor mengakhiri puasa emasnya di ajang Asian Games 2018, bahkan Indonesia berhasil meraih medali emas di sport Olympic di cabang olahraga Olimpiade, salah satunya adalah angkat besi di nomor 62 kg putra yang diraih Eko Yuli Yuli Irawan, panjat tebing yang diraih Aries Susanti, serta karate di nomor 60 kg. Puasa medali emas juga berakhir dengan sukses yang diraih di nomor ganda campuran tenis serta karate.

Wakil Indonesia di nomor ganda campuran tenis, Chistopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi, meraih emas. Medali emas ini mengakhiri puasa emas Indonesia yang terakhir kali terjadi di Asian Games 1990 lewat aksi Hary Suharyadi dan Yayuk Basuki. Begitu juga dengan cabor karate yang mengakhiri puasa gelarnya. Rifki Ardiansyah Arrosyiid menjadi mengakhiri puasa emas di cabor tersebut sejak Asian Games 1990.

Dengan koleksi 22 medali emas, Indonesia punya potensi besar untuk memenuhi target finis di posisi 10 besar klasemen perolehan medali akhir Asian Games 2018. Bahkan, bukan tidak mungkin, bisa finis di posisi lima besar.

Dihitung sejak Hiroshima 1994, ketika Asian Games sudah diikuti negara pecahan Uni Soviet, hanya sekali peringkat ke-10 dalam perolehan medali mengoleksi 10 emas. Hal itu terjadi pada Incheon 2014 ketika Qatar mengoleksi 10 emas.

Sementara itu, jumlah medali emas terbanyak yang didapat negara peringkat kelima Asian Games terjadi pada Bangkok 1998. Ketika itu, Kazakstan mengoleksi 24 medali emas—sama seperti tuan rumah Thailand di posisi keempat.

Pada Incheon 2014, Iran—pesaing terdekat Indonesia saat ini—finis di posisi ke-5 klasemen perolehan medali akhir dengan 21 emas, berselisih 7 emas dengan Kazakstan yang berada di atasnya.

Melihat statistik tersebut, publik Indonesia boleh optimistis melihat para atletnya finis di posisi lima besar klasemen akhir. Apalagi, Asian Games 2018 masih berlangsung beberapa hari lagi dan masih ada cabang olahraga potensial yang diproyeksikan meraih medali emas.

Bila Indonesia berhasil finis di lima besar, inilah raihan terbaik Indonesia sepanjang sejarah Asian Games digelar, dan ini terjadi di tahun 2018 saat Indonesia dipimpin mantan tukang kayu, Joko Widodo (Jokowi) yang sepanjang anak-anak Indonesia bertanding, ia tak segan berlama-lama hadir di tribun untuk memberikan dorongan semangat secara langsung bahkan menyiapkan hadiah 1,5 miliar bagi setiap medali emas yang disumbangkan untuk Indonesia.

Data diolah dari Kompas.com

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 28 Agustus 2018, in Sport and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: