Iklan

HTI: Ideologi Perusak Negeri

Oleh: Denny Siregar

Serambimata.com – Berbicara HTI, kita bukan sekedar berbicara tentang ormas saja..

Tetapi jauh lebih luas dari itu, HTI sudah menancapkan ideologi pendirian negara khilafah didalam benak pemikiran banyak orang. Jadi meski ormasnya sudah dibubarkan, ideologinya masih bertahan.

Anda bisa bayangkan, selama 20 tahun sejak reformasi, HTI berkembang biak di negeri ini. Mereka masuk kemana-mana, ke sistem pendidikan kita, ke sistem pemerintahan kita, ke aparat hukum sampai ke pengadilan.

Mereka menguasai banyak hal dalam kehidupan kita, dengan baju agama. Tujuan mereka satu saja, menggulingkan pemerintahan yang sah dan mendirikan negara Islam berbasis khilafah. Mereka sangat sabar dalam menjalankan misinya, intelektual, dan sering menggunakan “tangan orang lain” untuk memukul sehingga mereka tampak bersih dan bebas dari gugatan.

HTI sendiri menolak demokrasi karena haram.

Tetapi mereka menggunakan konsep demokrasi untuk menghancurkan demokrasi itu sendiri. Bagaimana caranya ? Mengadu domba pilar-pilar demokrasi sehingga akhirnya luluh lantak. Ketika negara akhirnya hancur karena perseteruan, HTI akan muncul menawarkan konsep khilafah yang mereka usung sebagai konsep yang benar.

Bisa dibayangkan, harus berapa ratus ribu jiwa akan menjadi korban hanya untuk sebuah ideologi buatan ?

HTI itu bagai virus. Dimana dia berpihak, disanalah dia berkembang biak. Seperti halnya virus, ia harus mempunyai inang atau tempat berkembang. Dan jika ia sudah mencengkeram, bisa dipastikan mangsanya seperti zombie yang tidak perduli lagi akan sekitar yang penting misinya tercapai.

Saking merusaknya ideologi HTI, banyak negara yang melarangnya.

Dalam politik kita, begitu juga yang dilakukan mereka. Mereka masuk ke partai dan berkembang biak disana untuk kemudian merusak dari dalam. Sedangkan mereka sendiri cuci tangan seolah tidak pernah terlibat dalam pengrusakan..

Dan ketika seorang Jokowi membubarkan dan memotong sumber hidup mereka, bisa dibayangkan betapa dendamnya HTI kepada Jokowi. Dan mereka akan melakukan segala cara untuk menghancurkannya, bila perlu membunuhnya demi sebuah cita-cita.

Karena itu, Pilpres 2019 nanti, sesungguhnya ini bukan pertarungan Prabowo versus Jokowi. Tetapi pertarungan mereka yang cinta NKRI versus HTI.

Anda tahu saya ada dibarisan mana dan tetapkan barisan anda sendiri.

Salam secangkir kopi.. ☕☕

Denny Siregar

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 30 Agustus 2018, in Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: