Iklan

Viral! Guru SMK Dikeroyok Siswanya dan Pembelaan Sekolah yang Tak Masuk Akal

Serambimata.com – Dunia pendidikan Indonesia kembali geger dengan beredarnya sebuah video tentang seorang guru yang sudah tampak cukup tua di bully ramai-ramai oleh sejumlah siswa di kelasnya.

Guru yang belakangan diketahui bernama Joko Susilo terlihat diperlakukan tidak layak sebagaimana seharusnya diperlakukan oleh murid-muridnya. Di dalam video berdurasi sekitar 39 detik tersebut pak Joko di dorong-dorong dan dikeroyok oleh muridnya sendiri beberapa saat setelah ia memasuki kelas untuk mengajar.

Aksi tak pantas itu dilakukan oleh 4 orang siswa. Sementara siswa lainnya yang sedang berada di dalam kelas menertawakan kejadian tersebut.

Setelah video tersebut beredar luas bahkan viral di media sosial. Akhirnya diketahui kalau peristiwa tersebut terjadi di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Tak urung, netizenpun ramai-ramai mengecam aksi beberapa siswa SMK tersebut yang dinilai sangat tidak pantas dan mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Bahkan pihak sekolah yang dianggap paling bertanggung jawab atas kejadian memprihatinkan itu tak luput dari sasaran kemarahan netizen. Sekolah diminta menindak tegas aksi tak bermoral siswa-siswanya itu agar guru tak terus dilecehkan dan direndahkan.

Berikut videonya

Atas video viral tersebut, Kepala Sekolah SMK NU 03 Kaliwungu, Muhaidin menampik adanya pengeroyokan yang dilakukan oleh murid-murid di sekolahnya. Menurutnya peristiwa tersebut hanyalah candaan antara Pak Joko dengan para siswanya.

Berikut Surat Pernyataan dari pihak SMK NU 03 Kaliwungu yang diterima oleh Tribun Jateng:

“Menyatakan bahwa peristiwa yang sedang viral tentang pemukulan guru oleh beberapa siswa adalah tidak benar, adapun kronologinya sebagai berikut:

1. Hari Kamis, 8 November 2018, Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas X TKR mulai jam 4-8, pukul 09:15-13:20 adalah Gambar Teknik Otomotif yang diampu oleh bapak Joko Susilo SPd

2. Pada jam 13:00 menjelang berakhirnya jam pelajaran tersebut, anak-anak ramai bercanda, ada yang saling melempar kertas, dan salah satu kertas tersebut ada yang mengenai Pak Joko.

3. Selanjutnya Pak Joko meminta anak-anak untuk mengaku siapa yang melempar kertas tersebut. Tidak ada anak yang mengaku, tetapi justru beberapa anak maju ke depan kelas untuk bercanda guyonan, dengan harapan agar Pak Joko tidak marah.marah. Pada dasarnya, Pak Joko adalah guru yang suka bercandadengan anak-anak pada saat pembelajaran.

Tindakan tersebut ditanggapi reaktif oleh Pak Joko dengan melakukan gerakan seperti orang yang akan berkelahi. Sehingga membuat anak-anak semakin mendekati Pak Joko sambil tertawa-tawa menyentuh bagian tubuh Pak Joko.

Bagian inilah yang berkesan seolah-olah terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan terhadap guru.

Setelah kejadian itu, pelajaran dilanjutkan kembali dan diakhiri dengan doa bersama.

Ini membuktikan bahwa peristiwa itu murni guyonan anak-anak dan tidak ada tindakan pemukulan terhadap guru.

4. Tentang video yang beredar, dari peristiwa guyonan tadi ternyata ada salah satu siswa yang merekam kemudian dimasukkan dalam story WA. Menurut sang anak, status itu hanya berlangsung selama satu menit setelah itu dihapus.

Dari sinilah video tersebut menyebar.

5. Jadi kami tegaskan, bahwa pada Kamis, 8 November tidak ada pemukulan atau pengeroyokan siswa terhadap guru.

6. Kami sangat menyadari bahwa guyonan tersebut melampui batas wajar, dan oleh pihak sekolah sudah melakukan penanganan terhadap semua anak yang terlibat dalam video tersebut pada hari Sabtu, 10 November dan akan ditindaklanjuti dengan pemanggilan kepada orangtua pada hari Senin, 12 November 2018.

Demikian adalah surat pernyataan dari pihak SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Apapun alasannya, tindakan murid kepada gurunya yang ditunjukkan di video itu sungguh tak dapat dibenarkan. Bercandapun tak seharusnya dengan gaya dan sikap yang tak lagi memperhatikan norma kepatutan. Apalagi pernyataan pihak sekolah dinilai tak masuk akal karena terkesan hanya pembelaan demi citra sekolahnya. Dari kacamata manapun tindakan para siswa itu tak bisa dibenarkan, apalagi dari sudut pandang agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlaq dan budi pekerti agar tak kebablasan.

Tapi inilah fakta memprihatinkan tentang kelakuan siswa jaman sekarang. Mereka sama sekali tak memiliki rasa hormat kepada gurunya yang menjadi pengganti orang tuanya terutama ketika di sekolah. Sungguh berbeda dengan zaman ketika saya remaja dahulu. Saat itu, betapa guru mendapat tempat yang mulia dan terhormat bagi siswa-siswanya.

Sekarang, guru justru lebih banyak menjadi “korban”. Jika mereka diam mereka akan terus dilecehkan, tapi bila melawan bisa dipolisikan. Inilah akibat bila undang-undang lebih berpihak dan mengistimewakan murid dan orang tua sehingga mereka lebih leluasa berbuat apa saja bila merasa terhina. Sementara, guru dituntut banyak hal untuk keberhasilan anak-anaknya, tanpa perlindungan yang efektif dalam tugasnya mengajar, mencerdaskan anak bangsa.

Iklan

About serambimata

Terus menulis

Posted on 12 November 2018, in Pendidikan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: