Tentang Jokowi Santri: Pemelintiran Berita atau Wartawan yang Salah Memahami?

Serambimata.com – Berita yang dimuat oleh beberapa harian online tentang pernyataan KH. Ma’ruf Amin yang menyebut Presiden Joko Widodo adalah santri Situbondo langsung viral di media sosial. Oleh lawan-lawan politiknya, pernyataan tersebut lalu dijadikan senjata ampuh untuk menyerang dan melemahkan pasangan Capres – Cawapres nomor urut satu, Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin.

Lebih parah lagi, ketika media-media yang selama ini cenderung jadi corong lawan lalu memuat ulang berita tersebut dengan judul provokatif yang menggiring kesan seakan KH. Ma’ruf Amin telah mengeluarkan pernyataan hoax alias bohong. Bahkan ada yang menulis bahwa kubu Jokowi telah melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukan kubu Prabowo dengan menobatkan Sandiaga Uno Sebagai Santri.

Situs berita online Muslim Diary misalnya, ia menulis pernyataan mantan Ketua MUI itu dengan judul “Episode Selanjutnya, Ma’ruf Amin Bilang Jokowi itu Ternyata Santri dari Situbondo. Berita itupun dibagikan oleh netizen yang diduga pendukung kubu lawan dengan pengantar berbahasa Inggris, “What do you talking about, yai? Don’t to be lied yai” (Apa yang sedang kamu katakan kiai, Jangan berbohong kiai).

Sementara salah satu harian online lainnya Detiknews menulis “Setelah Sandi Kini Jokowi Dianggap Santri”. Judul yang seakan hendak menggiring opini bahwa KH. Ma’ruf Amin telah melakukan langkah sama, ketika sebelumnya para elit PKS menobatkan Sandi sebagai santri post Islamisme.

Perdebatan antar tokoh dan masyarakat netizen pun tak dapat dihindarkan atas beredarnya berita-berita yang tak menguntungkan bagi pasangan nomor urut 1 itu, lebih-lebih bagi pribadi KH. Ma’ruf Amin. Karena masyarakat umum paham bahwa Jokowi memang tidak pernah mondok apalagi di pondok pesantren Situbondo seperti yang ramai diberitakan.

Ada yang menduga hal itu terjadi karena kesalah pahaman wartawan dalam memahami pesan yang disampaikan KH. Ma’ruf Amin. Bahkan ada yang mencurigai kabar tersebut tidak lebih dari upaya media mainstream yang memelintir fakta demi mengangkat rating medianya serta kepentingan dibaliknya.

Maka atas perdebatan dan pemanfaatan berita tersebut yang digunakan untuk menyerang serta melemahkan kubu petahana, KH. Ma’ruf Amiin langsung menjelaskan dan meluruskan kesalahan pemahaman dari pernyataannya itu. Kiai yang beberapa hari sebelumnya mengunjungi Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu menjelaskan maksud dirinya menyatakan Capres Jokowi dianggap sebagai santri Situbondo.

Kiai Ma’ruf mengungkapkan ia pernah mendapatkan cerita bahwa Jokowi pernah belajar agama dari alumni senior pesantren di Situbondo sehingga ada yang menganggapnya sebagai santri Situbondo.

“Beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo karena ada hubungan keilmuan, yang mengajari agama Pak Jokowi itu alumni senior dari Situbondo,” ujar Ma’ruf di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Dirinya pun memastikan bahwa Jokowi tak pernah ‘mondok’ di pesantren yang ada di Situbondo. Namun, sambungnya, Jokowi pernah belajar terhadap salah satu guru di pondok pesantren di Situbondo sehingga bisa dianggap sebagai seorang santri.

“Bukan mondok, bukan, tapi ada hubungan keilmuan. Nah, biasa di dalam situasi jalur keilmuan ada semaan dianggap sebagai santri,” ucapnya.

“Jadi dia (Jokowi) belajar agama kepada seorang guru yang dia (guru) alumni dari Situbondo. Oleh karena itu dia punya jalur keilmuan dan dianggap santrinya situbondo,” imbuhnya.

Tak ketinggalan Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, KH.Afifuddin Muhajir menanggapi pro kontra pernyataan Kiai Ma’ruf soal status santri Jokowi. Menurutnya, Jokowi itu santrinya santri Sukorejo Situbondo, bukan santri Sukorejo Situbondo.

“Jokowi santrinya santri Sukorejo,
akan menjadi hoax bila kata “santrinya” dibuang”, tulis kiai yang pernah menjadi Katib Syuriah PBNU di akun facebook pribadinya.

Beruntung masih ada beberapa media online nasional, seperti detik.com, okezone.com dan lainnya yang bersedia memuat penjelasan dan klarifikasi KH. Ma’ruf Amin soal status kesantrian Jokowi. Sehingga masyarakat tidak lagi bingung dan sibuk berpolemik soal pernyataan Kiai Ma’ruf itu. Dan yang terpenting tidak ada lagi pihak-pihak yang memanfaatkan kabar tersebut untuk menyerang dan menfitnah ulama NU sekelas Kiai Ma’ruf.

About serambimata

Terus menulis

Posted on 14 November 2018, in Politik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: