Sanksi Berat Bagi PNS Penyebar Ujaran Kebencian dan Hoax di Medsos

Serambimata.com – Tidak semua orang bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), lebih-lebih di era pemerintahan Jokowi, selain harus bersaing dengan ribuan orang yang berebut menjadi PNS, juga harus melalui tes ketat dan tahapan yang tak mudah. Tidak hanya itu, ikrar dan sumpah setia pada negara harus dilakukan sebagai persyaratan untuk diterima sebagai abdi negara. Karena itu bila dijumpahi PNS yang melakukan perbuatan yang melanggar disiplin seperti membuat dan menyebarkan kabar hoax dan ujaran kebencian yang mengandung unsur Suku, Agama, Ras dan Agama (SARA).

Terungkapnya beberapa PNS yang terkait dengan gerakan-gerakan melawan negara, bahkan terang-terangan mendukung khilafah yang diusung oleh ormas terlarang HTI membuat negara harus tegas bersikap dan bertindak. Karenanya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) melarang pegawai negeri sipil (PNS) menyebarluaskan berita yang berisi ujaran kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

BKN mengimbau kepada seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Daerah untuk membina PNS di lingkungannya agar bekerja sesuai Merdeka dan lainnya.dengan tugas dan fungsi masing-masing, dan peka terhadap perubahan situasi dan kondisi di lingkungannya yang mengarah pada terjadinya potensi konflik sosial.

“PNS yang terbukti menyebarluaskan berita hoaks yang bermuatan ujaran kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) merupakan suatu pelanggaran disiplin dan dijatuhi hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, dikutip dari keterangannya, Senin (14/10).

Bima menjelaskan pelanggaran disiplin sebagaimana dimaksud antara lain berupa penyampaian pendapat di muka umum baik secara lisan maupun tertulis, yang dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial atau media lainnya seperti spanduk, poster, baliho yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Pemerintah.

Kemudian menyampaikan pendapat di muka umum baik secara lisan maupun tertulis, yang dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial atau media lainnya seperti spanduk, poster, baliho yang bermuatan ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian sebagaimana dimaksud baik secara langsung maupun melalui media sosial share, broadcast, upload, retweet, regram, dan sejenisnya,” jelasnya.

Di samping itu, bentuk pelanggaran disiplin lainnya yakni mengadakan, mengikuti, dan menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dam membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Pemerintah.

“Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana dimaksud dengan memberikan likes, love, retweet, regram, atau comment di media sosial,” jelasnya.

Bima menambahkan fungsi dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah sebagai perekat pemersatu bangsa dan untuk menjaga situasi kondisi yang tertib dalam pelaksanaan tugas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil, penyelenggaraan kebijakan dan Manajemen ASN berdasarkan pada asas nondiskriminatif serta persatuan dan kesatuan

“Nilai dasar ASN/PNS antara lain memegang teguh ideologi Pancasila, setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah, menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak, serta menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif,” kata dia.

Sumber: Merdeka dan lainnya.

About serambimata

Terus menulis

Posted on 16 Oktober 2019, in Politik and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: