Jangankan Virus Corona, HIV pun Bisa Disembuhkan dengan Suwuk Aswaja, Bi’idznillah

Gambar Illustrasi: Gus Abdul Ghaffar Chodri saat meruqyah jarak jauh lewat HP android.

Serambimata.com – Setahun lalu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang study program master di Turki di kota K menghubungi saya perihal teman karibnya (orang Turki) yang terlewat nakal.

Sudah beberapa bulan anak ini mengalami sakit yang aneh dan semakin parah. Dia sudah menduga bahwa penyakit ini muncul karena ulahnya yang kelewatan dulu. Ketika rasa sakit sudah tak tertahankan, ia pun akhirnya memutuskan untuk periksa ke dokter. Hasil laboratorium ternyata ia positif HIV.

Mahasiswa tadi pun berniat menolong temannya dengn konsultasi ke saya perihal apakah Suwuk bisa untuk penyakit AIDS.

Sayapun menjelaskan, kalo soal suwuk… Untuk penyakit apapun ya bisa. Tpi kalo soal kesembuhan, ya saya gak bisa menjaminya, itu mutlak hanya Allah swt. yang bisa menyembuhkan.

Setelah beberapa hari terjadi tanya jawab terkait suwuk, si sakit pun siap untuk terapi ruqyah bil qur’an. Namun, sebelum mulai berobat dengan Qur’an, saya mengambil sumpahnya untuk benar-benar bertaubat kepada Allah Swt. Dan jika Allah memberinya kesembuhan dia harus menjaga sholat dan perbanyak sholawat. Ia pun menyanggupi syarat ini.

Terapi pun di mulai, krena saya ada di kecamatan benowo sedangkan si sakit di kota K di Turki, maka hanya ada 2 metode yang saya gunakan dalam menyuwuk.

Pertama, metode inabah, si sakit benar2 bertaubat menyesali perbuatannya, memperbanyak istighfar dan sholawat.

Kedua, metode air asma’, di Turki tiap hari ia menyiapkan air minum, kemudian ia menelpon saya via wassap, setelah HP nya di loudaspeaker dan diarahkn ke air yang sudah disiapkan, saya pun membacakan sholawat tibbil qulub, Ayat-ayat syifa dan doa-doa suwuk aswaja dengan penuh pengharapan.

Biidznillah…

Setelah terapi ini dilakukan, dan si sakit meminum air asma’ yang dibuat setiap hari, sekitar 2 minggu kemudian ia kembali kontrol ke laboratorium… Hasilnya: negatif HIV. Alhamdulillah…

Kok bisa?

Yo gak tau, dan saya merasa biasa-biasa saja, toh yang menyembuhkan adalah Allah.

Selain sembuh, si mantan pengidap HIV ini alhamdulillah katanya saat ini sudah menjaga sholat.

Semoga kita senantiasa dijaga dari perbuatan melampaui batas, diberi kesehatan dan istiqomah di jalan yang diridhoi Allah.

*Bukti sebagian skrinsut percakapan dan gambar hasil lab sebagai berikut.

**Karena si sakit selalu ditemani Teman mahasiswa indo, maka redaksi percakapan di skrinsut mengunakan “aku”. Hal ini karena setiap si Sakit ingin menyampaikan keadaannya langsung diterjemahkan apa adanya tanpa merubah kata subjeknya.”

**Kisah ini baru saya share karena dulu dia tidak mengizinkan karena privacy. Tapi kmrn setelah saya yakinkan adanya sensor akhirnya diizinkan.

Tulisan Gus Abdul Ghaffar Chodri (Suwuker Senior Aswaja/JRA)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218117850155039&id=1151472767

About serambimata

Terus menulis

Posted on 12 Maret 2020, in Kesehatan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: