Ketika Harus Memilih Belajar Al Qur’an di Rumah atau Musholla?

Serambimata.com – Beberapa hari setelah diputuskan belajar Al Qur’an di rumah akibat wabah Covid-19, beberapa orang tua/wali santri mulai mengeluh karena putera-puterinya tidak semangat belajar Al Quran di rumah bahkan ada yang Al Qurannya sama sekali tak tersentuh.

“Kapan mau ngaji ustadz? Kalau di rumah anak saya susah disuruh ngaji”, tanya salah satu wali santri beberapa hari sebelum Ramadlan lalu.

Sekitar dua bulan lebih kemudian, melalui grup WhatsApp orang tua santri seiring dengan kelonggaran kegiatan ibadah di Masjid dan Musholla, saya mencoba menawarkan untuk dimulainya kembali belajar Al Qur’an di Musholla yang saya beri nama “At Tartil” tentu dengan catatan menggunakan protokoler kesehatan sesuai ketentuan.

Hampir semua wali santri mendukung usul saya itu, hingga akhirnya Selasa, 2 Juni 2020 pembelajaran Al Quran di Musholla At Tartil dimulai dengan prosedur dan penampilan yang tidak biasa, mencuci tangan sebelum dan sesudah mengaji, jaga jarak, tidak bersalaman hingga keharusan mengenakan masker selama kegiatan.

Tapi sebenarnya bukan itu yang bergelantung di pikiran saya, kemampuan membaca Al Qur’an lah yang menjadi perhatian. Setelah dua bulan lebih menjalani liburan, kemampuan membaca Al Quran mereka ada yang mengalami kemajuan, stagnan bahkan tak sedikit yang bacaan Al Qurannya mengalami kemunduran. Saya menduga ini ada hubungannya dengan peran orang tua serta bagaimana mereka memanfaatkan waktu selama harus belajar Al Qur’an di rumah akibat pandemi Covid-19.

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, belajar di rumah memang bukan pilihan tapi keharusan, meskipun terbukti tak efektif bagi sebagian. Tapi ketika ada kelonggaran dengan persyaratan harus menerapkan protokol kesehatan (mungkin ini yg dimaksud dg New Normal). Maka kesempatan ini harus ditangkap demi terciptanya kader-kader yang mampu membaca Al Qur’an yang kini mulai langka terutama di perkotaan.

Bismillah alla barakatillah..

Situbondo, 3 Juni 2020
Muhammad Hanif

Berikut foto sekitar 60 % santri Musholla At Tartil di malam pertama setelah liburan panjang:

About serambimata

Terus menulis

Posted on 3 Juni 2020, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: