Kabar Gembira! Wali Santri P2S2 Boleh Hadiri Maulid Nabi dan Bertemu Putera-puterinya

Masjid Jamik Ibrahimy Sukorejo

Serambimata.com – Rasa rindu para wali santri kepada putera-puterinya dan pesantren Sukorejo sepertinya akan terobati. Melalui edaran resmi yang dikeluarkan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo nomor 0828/96/S.1.02/X/2021, para wali santri diperbolehkan mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan wisuda Universitas Ibrahimy secara langsung bahkan diizinkan bertemu dengan putera-puterinya setelah sebelumnya terhalang akibat pandemi Covid-19.

Kendati demikian, wali santri yang akan datang ke pesantren serta hendak bertemu dengan putera puterinya harus melalui beberapa prosedur ketat antara lain membawa Kartu Keluarga (KK) Nasional dan KTP, membawa KK Pesantren, telah terdata sebelumnya oleh pengurus IKSASS masing-masing, melakukan pemeriksaan rapid antigen, serta menunjukkan tanda bukti negatif Covid-19.

Di dalam edaran yang ditanda tangani sekretaris pesantren Khoirul Anwar tersebut dijelaskan tentang pelaksanaan pertemuan wali santri dengan pengasuh pesantren tanggal 18 Oktober 2021 di Masjid Jamik Ibrahimy pukul 13.00 WIB. Sedangkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2021 pukul 07.00 Wib di Gelora Ibrahimy Sukorejo. Dilanjutkan tanggal 21 Oktober 2021, Wisuda Universitas Ibrahimy, pukul 07.00 WIB di halaman Pondok Pesantren Sukorejo.

Usai mengikuti pertemuan dengan wali santri dan peringatan Maulid Nabi SAW, wali santri baru diizinkan bertemu dengan putera-puterinya pada tanggal 19 Oktober 2021 pukul 15.30 sampai 21.00 WIB dengan tetap mematuhi jadwal ubudiyah pesantren dan prokes Covid-19, memakai masker, membawa hand sanitizer dan tidak bersalaman. Para wali santri dapat bertemu dengan putera-puterinya di dua tempat yang berbeda. Yakni untuk santri putera di halaman kampus Ibrahimy Universitas Ibrahimy, sedangkan untuk santri puteri di halaman Madrasah Aliyah puteri. Lokasi pertemuan tersebut tidak hanya berlaku untuk santri yang tinggal di asrama pusat tapi juga asrama cabang.

Tidak hanya itu, selain kuotanya terbatas, wali santri yang diizinkan masuk pesantren juga tidak diperkenankan masuk ke komplek asrama santri, bahkan delegasi pengurus IKSASS sekalipun. (Hans)

About serambimata

Terus menulis

Posted on 11 Oktober 2021, in Pendidikan and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: