Iklan

Category Archives: Sosial

KH. Hasyim Muzadi Tokoh Perekat NU – Muhammadiyah 

Salah satu moment kedekatan KH. Hasyim Muzadi (Alm) dengan Din Syamsiddin (Foto: lintasparlemen.com)

Serambimata.com – Kepergian KH. Hasyim Muzadi menghadap Sang Khaliq untuk selama-lamanya tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi warga NU, tapi juga segenap umat Islam bahkan seluruh bangsa Indonesia. Salah satu ormas Islam di luar NU yang benar-benar merasa kehilangan atas wafatnya mantan Ketua Umum PBNU itu adalah Muhammadiyah.  Read the rest of this entry

Iklan

Indonesia Berduka, KH. Hasyim Berpulang Ke Rahmatullah

Serambimata.com – Umat Islam Indonesia khususnya warga Nahdhiyin berduka, pagi ini, Kamis (16/03/2017) seorang ulama besar dan tokoh kharismatik yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, KH Hasyim Muzadi meninggalkan dunia, innalillaahi wa innaa ilaihi raajiun.

Read the rest of this entry

Kiai Azaim: Muhibah Umat adalah Kesempatan “Mengaji Rasa” (Sebuah Catatan)

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, KHR Abdullah Faqih Gufron dan peserta Muhibah Umat

Serambimata.com – Berkali-kali peserta Muhibah Umat terpaksa berhenti untuk sekedar berteduh di bawah-bawah pohon, di pantai yang sejuk atau mushalla milik warga. Maklum selain jarak tempuh yang harus dilalui sekitar 25 km, cuaca ekstrim di sepanjang perjalanan juga menjadi tantangan terberat seluruh peserta untuk mencapai dusun dan masjid-masjid yang dituju. KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, KHR Abdullah Faqih Gufron dan sebagian pengurus DMI yang ada di barisan depan terlihat begitu lelah dengan keringat membasahi jubah dan baju yang dikenakannya. 

Selama seharian penuh keluar masuk hutan, menaklukkan terik dan panas matahari yang menyengat di sepanjang padang safana, tak sekalipun saya mendengar sosok muda yang akrab dipanggil Kiai Azaim itu mengeluh atau bahkan sekedar mengatakan panas karena cuaca ektrim saat itu. Kecuali hanya sesekali bertanya tentang waktu untuk memastikan apakah di Masjid yang dituju masih memungkinkan untuk Sholat dhuhur atau di Jama’ ta’khir.

“Sampaikan ke seluruh peserta, untuk niat Jama’ Ta’khir dari sekarang”, perintah Kiai Azaim kepada saya yang kebetulan ada di dekatnya. 

Kyai Azaim dan peserta Muhibah Umat saat melewati padang safana yang luas

Disepanjang  perjalanan saya memang selalu ada di barisan depan, berjalan berdekatan dengan cucu Kiai As’ad itu. Hal itu saya lakukan selain untuk kepentingan dokumentasi dengan camera seadanya juga atas usulan beberapa peserta agar menemaninya sebagai teman ngobrol atau setidaknya dapat menjembatani kepentingan Beliau, panitia dan peserta. 

Apa saja yang dilihat, disentuh dan dirasakan di sepanjang perjalanan kerap menjadi topik obrolan yang tiba-tiba dilontarkan oleh sosok muda bersahaja itu, seperti ketika melihat fenomena masyarakat pedukuhan Merak yang tak satupun memiliki rumah permanen karena berdiri di lahan koservasi hutan milik pemerintah, meskipun diantara mereka tidak sedikit yang sukses beternak dan bertani di lahan-lahan yang bukan miliknya. 

“Bisa jadi mereka lebih siap meninggalkan semuanya untuk menghadap sang Khaliq ketika tiba-tiba mereka dipanggil menghadapNya karena rumah dan tempat tinggal yang mereka tempati bukan miliknya”, kata Kiai Azaim beberapa saat setelah sekolompok warga yang berjejer dipinggir jalan menyambut dan menyalaminya. 

“Ya kalau mereka menyadarinya Kiai, kalau tidak?”, spontan saya bertanya. 

“Kita tidak tahu hati mereka, jadi harus husnuzdzdon”, jawab Kiai Azaim singkat. 

Jleeb… Jawaban Kiai Azaim kali ini seperti menusuk-nusuk kasadaran saya, betapa kita sama sekali tak berhak berprasangka buruk kepada siapapun, karena kita benar-benar tidak tahu isi hati manusia dan siapa-siapa yang selamat nanti di hadapNya. 

Membantu para Kiai menyiapkan dan menemani makan siang di sebuah pantai sejuk dan indah

Matahari kian terik, ratusan peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota DMI, Pelopor, Banser, Santri Patriot Bangsa, Alumni dan sebagian warga yang menjadi penunjuk jalan, terus menyusuri jalan setapak berbatu dan berlumpur di di tengah hutan mangrove dan padang safana yang luas. 

“Setiap tumbuhan ini dicipta pasti dengan hikmah dan manfaatnya, contoh tumbuhan ini, ada yang tahu manfaatnya?” Kiai Azaim kembali bertanya sambil menunjuk tumbuhan yang oleh orang Madura dikenal dengan pohon berigeh. 

“Ka’dintoh gettanah bisa kangguy makaloar duri dheri soko” (getahnya ini bisa digunakan untuk mengeluarkan duri dari kaki), jawab salah seorang peserta yang berada di belakang saya dengan bahasa Madura yang kental. 

“Yang saya tahu, getahnya berfungsi untuk mnyembuhkan sakit gigi Kiai, karena tetesan getahnya akan membuat gigi rontok, sehingga sakitnya hilang”,  celetuk saya disambut gerrr peserta yang ada di barisan depan. 

Dalam kegelapan malam di tengah hutan, perjalanan terus dilanjutkan

Mendampingi dan berada dekat dengan penasihat DMI itu sepanjang perjalanan Muhibah Umat pertama  dua tahun lalu hingga Muhibah Umat yang terakhir kali ini, seperti mengaji berjilid-jilid buku dan kitab tentang kehidupan, menata hati dan tentang apapun dari kebersahajaan dan kedalaman ilmunya. Berkali-kali saya disadarkan akan perlunya membaca (iqra’) pada setiap apapun yang saya lihat dan saya rasakan. 

“Dari Muhibah Umat kita mengaji rasa, mengaji pada alam, lingkungan dan sosial. Madrasahnya alam dan gurunya Sang Kholiq”, kata Kiai Azaim menjawab pertanyaan saya tentang pesan dan hikmah apa yang bisa dipetik dari pelaksanaan Muhibah Umat ke-1 hingga ke-10 ini. 

Muhibah Umat ke-10 yang mendatangi Masyarakat  di daerah Se Macan, Merak, Sidodadi hingga Sukorejo selama dua hari, 25 – 26 Februari 2017 adalah Muhibah Umat yang terkahir dari pelaksanaan Muhibah Umat periode pertama yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Situbondo). 

Selama kurang lebih dua tahun sejak  November 2014 lalu, Muhibah Umat digelar dengan memilih daerah pedalaman mulai dari ujung Barat hingga bagian Timur Situbondo sebagai objek dakwah dan syiar Islam. Kegiatan ini merupakan perpaduan dua kegiatan, Napak Tilas yang diadakan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo dan kegiatan Safari I’tikaf yang rutin dilaksanakan oleh DMI Situbondo setiap bulan Ramadhan. 

“Terinspirasi dari kegiatan napak tilas dalam rangka 1 Abad  Pesantren Sukorejo beberapa waktu lalu dan kegiatan Safari I’tikaf dari Masjid ke Masjid yang diselenggaran oleh DMI Situbondo setiap bulan Ramadhan, lalu keduanya dipadukan, maka lahirkan program yang bernama Muhibah Umat”, Papar Kiai Azaim dalam acara penutupan Muhibah Umat ke-10 di Masjid Jami’ Ibrahimy Sukorejo, Ahad (26/03/2017). 

“Lalu, kami meyakini bahwa di luar sana, di daerah pedalaman, ada saudara-saudara-saudara kita dan masjid yang butuh sentuhan dan pencerahan dalam pembentengan akidah, pengelolaan masjid, penyuluhan hingga kegiatan sosial”, tambah Kyai Azaim. 

Singgah di asta (pesarean para al Marhumin) sebelum acara penutupan Muhibah Umat X

Membentengi Akidah Umat dari Paham Radikalisme menjadi tema pilihan pada seluruh rangkaian Muhibah Umat pertama hingga terakhir kemarin, karenanya sangat tepat bila DMI Situbondo menggandeng Polres Situbondo dalam mensukseskan kegiatan menyapa umat itu. 

“In sya Allah DMI Situbondo bersama Polri akan terus melanjutkan kegiatan Muhibah Umat hingga tahapan berikutnya, tentu dengan format dan bentuk yang berbeda dari Muhibah Umat sebelumnya berdasarkan evaluasi dan masukan dalam pelaksanaan Muhibah Ummat periode pertama”, kata Ketua DMI Situbondo, KHR Abdullah Faqih Gufron. (Hans)

Dukung Muhibah Umat X, Kapolres Ikut Sebrangi Laut Kunjungi Se Macan dan Merak

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Kapolres Situbondo, KHR Abdullah Faqih Gufron dan Pengurus DMI Situbondo di atas perahu menuju Merak


Serambimata.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Situbondo kembali melanjutkan kegiatan menemui masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman. Kegiatan yang bernama Muhibat Umat tersebut kali ini memilih daerah terpencil yang ada di pantai utara bagian timur Kabupaten Situbondo. Daerah itu meliputi, Se Macan, pedukuhan Merak, Sidodadi, Cotek, Bindung dan berakhir di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. 

Rombongan Muhibah Umat X tersebut dilepas oleh Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono,SH,SIK,M.sc (ENG), didampingi Penasihat DMI Situbondo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy dan Ketua DMI Situbondo, KHR Abdullah Faqih Gufron di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Sabtu (25/02/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Situbondo didampingi KHR Ahmad Azaim dan Ketua DMI Situbondo melepas peserta Muhibah Umat X

Di hadapan sekitar seratus lima orang peserta Muhibah Umat, Kapolres Situbondo menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas pelaksanaan Muhibah Umat yang dalam pandangannya sangat banyak memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya itu, menurut sosok muda yang baru bertugas beberapa hari di Situbondo itu, kegiatan Muhibah Umat merupakan bentuk sinergitas Polri bersama Ulama dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap ancaman-ancaman nyata seperti narkoba dan minuman keras serta paham radikalisme.

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi terhadap kegiatan ini serta berterima kasih kepada semua pihak terutama para Kyai dan Ulama yang mendukung program Polri, dengan keyakinan beribadah kepada Allah SWT semoga menjadi amal ibadah Kita bersama. Oleh karena itu saya pastikan untuk mendukung kegiatan seperti ini, hari ini dan seterusnya”, tegas Kapolres.

Sementara itu, Ketua DMI Situbondo, KHR Abdullah Faqih Gufron dalam sambutannya menyampaiakan, Muhibah Umat adalah kegiatan menyapa umat yang menjadi kegiatan rutin syiar agama. Sasaran utama kegiatan Muhibah Umat adalah daerah-daerah terpencil guna meneguhkan paham keagamaan Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta membentengi akidah umat dari paham radikalisme dan paham menyimpang lainnya. Oleh karena itu sangat tepat kalau DMI Situbondo menggandeng aparat kepolisian sambil mensosialisikan Kamtibnas di tengah masyarakat. 
Usai dilepas, peserta Muhibah Umat yang terdiri dari para Kiai, Tokoh Agama, tokoh masyarakat, pasukan Pelopor, Banser, Satria (Santri Patriot Bangsa) dan alumni tersebut diangkut kendaraan roda empat menuju pantai Sidodadi, desa Sumberwaru untuk bersama-sama menyebrang menggunakan perahu ke ujung timur pedukuhan Merak yang dikenal dengan daerah se Macan. 
Setelah sekitar dua jam menempuh perjalan laut, Kiai Azaim dan Kapolres Situbondo yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut beserta seluruh peserta tiba di lokasi se Macan sekitar pukul 02.00 WIB. Dari daerah itulah kegiatan Muhibah dimulai, selain menemui warga secara langsung, juga mendatangi enam masjid yang tersebar di dusun Merak, Sidodadi, Sopet, Bindung termasuk masjid jamik Ibrahimy yang menjadi lokasi penutupan Muhibat Umat X. 
Dari masjid ke masjid itulah selain ditempuh dengan berjalan kaki hingga puluhan kilometer, juga diisi dengan kegiatan pengajian, pembinaan kemasjidan, penyuluhan Kamtibmas, pengobatan gratis, khitanan massal, penyerahan bantuan untuk masjid dan pemberian santunan kepada kaum dhu’afa dan faqir miskin. 


Kegiatan ditutup di masjid Jami’ Ibrahimy Sukorejo oleh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Minggu (26/02/2017), sekitar pukul 22.00 WIB, dengan dihadiri sebagian santri dan masyarakat desa Sukorejo.
Sebelum menutup, Kiai  Azaim berharap agar rangkaian kegiatan Muhibah Umat ke-2 hingga ke-10 dilaksanakan sejak dua tahun lalu dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan seluruh peserta Muhibah Umat. Ia juga berharap Muhibah Umat kesepuluh yang menjadi kegiatan akhir dari Muhibah Umat tahap 1 dapat terus dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan bentuk dan cara yang lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. (hans)

Penutupan Muhibah Umat X di Masjid Jami’ Ibrahimy Sukorejo dihadiri Kapolsek Kapolsek Banyuputih, Asembagus, Jangkar dan Arjasa

5 Nasihat Gus Mus Kepada Para Pengguna Sosmed

gus-mus-satuislam

KH. Musthofa Bisri (Gus Mus)

Serambimata.com – Apa yang tidak ada di dunia yang satu ini?, mulai dari hal-hal remeh-temeh hingga persoalan yang besar segalanya tersedia dan semua kalangan bisa menikmatinya dengan mudah serta murah. Dunia itu bernama ‘sosmed’ alias Sosial Media, media yang disebut oleh KH Mustofa Bisri  bagaikan dunia belantara. Di dalamnya tidak hanya dihuni manusia-menusia berbudi tapi juga penuh dengan makhluk-makhluk palsu yang tidak bertanggung jawab.

Read the rest of this entry