Category Archives: Sosial

KH. Maimun Zubair dan Tiga Generasi Pesantren Sukorejo

Serambimata.com – Duka mendalam atas wafatnya KH. Maimun Zubair menjadi duka seluruh bangsa, umat Islam, lebih-lebih bagi warga NU. Tokoh sepuh kharismatik itu tak hanya menjadi guru bangsa, tapi juga sebagai rujukan berbagai bidang keilmuan para tokoh bahkan ulama-ulama muda yang hidup pada masanya.

Read the rest of this entry

Menyapa Umat dengan Bersepeda (Lebih Dekat dengan Rutinitas Terbaru Kiai Azaim)

Serambimata.com – Di separuh terakhir bulan Ramadhan, hampir setiap hari Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy rutin berolah raga di pagi hari dengan bersepeda atau gowes bersama para abdi pesantren yang diasuhnya, putera tetangga dan para pecintanya.

Read the rest of this entry

Puluhan Layar Monitor Disiapkan untuk Situbondo Bersholawat, Bhenning Mania Boking Tempat Sejak Semalam

Serambimata.com – “Alun-alun Situbondo terlalu kecil untuk menampung jamaah sholawat (Bhenning Mania) sehingga diperlukan tambahan tempat dengan cara menutup jalan di sekitar alun-alun sehingga perlu pemasangan layar monitor di tempat-tempat tersebut”, kata wakapolres ketika menyampaikan salah satu hasil pertemuan gabungan antara Polri, TNI, DMI, Pemkab, IKSASS dan pihak terkait beberapa waktu lalu.

Read the rest of this entry

Seminar Nasional Islam Nusantara, Kiai Azaim Jadi Pembicara Utama

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy (baju dan peci putih)

Serambimata.com – Hari ini, Kamis, 28 Februari 2019, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy menjadi pembicara utama atau Keynote Speaker pada acara Seminar Nasional bertajuk Islam Nusantara bersama 4 pemateri lainnya di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur.

Read the rest of this entry

“Pejuang Masjid” itu Telah Tiada

Serambimata.com – Di saat beliau ingin membahas tentang persoalan kemasjidan dan keumatan, beliau sering tak kenal waktu mengajak saya dan sahabat-sahabat seperjuangan lainnya untuk berkumpul, pagi, siang bahkan memasuki tengah malam. Tempat pertemuan pun beliau tak pernah pilah-pilih, hampir setiap rumah pernah beliau singgahi bahkan beliau tak segan untuk mengajak untuk bertemu di warung-warung kecil hingga cafe trotoar sekedar membahas garis-garis perjuangan.

Read the rest of this entry