Iklan

19 Keputusan Hasil Muktamar Sastra 2018 dalam Piagam Sukorejo

Serambimata.com – Muktamar Sastra 2018 yang berlangsung di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbodo akhirnya berakhir pada Kamis malam (20/12/2018). Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddun berserta sejumlah sastrawan, penyair dan budayawan hadir dalam perhelatan yang berlangsung selama tiga hari, 18 -20 Desember 2018, antara lain, KH. Musthofa Bisri (Gus Mus), D. Zawawi Imron, Ulil Absar Abdallah dan tokoh nasional lainnya.

Read the rest of this entry

Iklan

Freeport, Pertarungan Besar Jokowi

Serambimata.com – “Pak, kita tidak mungkin bisa ambil alih Freeport..”
“Kenapa ?”

“Teknologi penambangan bawah tanah itu canggih sekali. Alat-alatnya super rumit dan hanya mereka yang kuasai teknologinya. Kalau mereka hengkang dan bawa teknologinya, itu tambang Freeport bisa tidak beroperasi lagi dan bayangkan ribuan orang yang tidak bekerja…”

Read the rest of this entry

Kiai Azaim: Pesantren adalah Dunia Sastra yang Sesungguhnya

Serambimata.com – Di penghujung tahun 2018, Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo kembali mencatat sejarah sebagai tuan rumah sekaligus salah satu penggagas pelaksanaan Muktamar Sastra 2018, bersama Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNU) Jawa Timur dan TV9 Nusantara. Bagaimana tidak, perhelatan muktamar ini baru pertama kalinya diadakan dan ditempatkan di pesantren yang kini diasuh KHR Ahmad Azaim Ibrahimy.

Read the rest of this entry

Tak Disangka, Ruqyah Massal Di Masjid Al Mukhtar Dibanjiri Warga

Serambimata.com – Sejak pengurus Ta’mir Masjid Besar Al Mukhtar memutuskan menjadi penyelenggara kegiatan pengobatan dengan terapi Al Qur’an atau Ruqyah Aswaja, saya dan teman-teman praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja Laskar Kuda Putih (JRA-LKP) ragu, akankah kegiatan ruqyah massal (Ruqmas) yang selalu ramai setiap kali digelar di pedesaan akan juga dipenuhi warga bila digelar di kota bahkan di masjid besar sekelas Masjid Al Mukhtar, Mimbaan Panji Situbondo. Maklum, ini pertama kalinya Ruqmas digelar di masjid besar, di kota lagi.

Read the rest of this entry

Ketika Terapy dan Dakwah bil Qur’an Jadi Pilihan

Serambimata.com – Setiap kali melihat acara Ruqyah di salah satu stasiun televisi yang selalu menampilkan orang-orang kesurupan, histeria dan wajah-wajah pesakitan yang menakutkan saya langsung memindah channel ke TV lainnya. Apalagi acara pengobatan Al Qur’an itu dibawakan oleh ustadz-ustadz dari kelompok “minhum” yang meruqyah sambil menyalah-nyalahkan, membit’ah-membit’ahkan dan mensyirik-syirikkan pasien (marqy/marqiyah), bahkan tak jarang bacaan Al Qur’annya masih belepotan.

Read the rest of this entry