Arsip Blog

Sadar Dirinya Awam Soal Islam Nusantara, Usai Memfitnah Langsung Minta Maaf

Serambimata.com – Menyoal Islam NUsantaranya NU kembali mengemuka, isu lama seperti bacaan Al Qur’an dengan lenggam jawa, Isu NU anti Arab, liberal hingga soal bid’ah-bid’ahkan diviralkan kembali di sosial media. Bahkan digagasnya senam NUsantara hingga menuding sebuah video tentang pelatihan sholat berbahasa Indonesia sebagai sholatnya Islam NUsantara sengaja diunggah untuk menyerang dan mengesankan kalau video tersebut adalah sholatnya orang NU. Padahal video itu adalah video lama tentang tutorial sholat yang sengaja diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar orang-orang yang menyaksikannya dapat memahami arti bacaan dalam Sholat.

Read the rest of this entry

Islam Nusantara dan Tuduhan Anti-Arab

Oleh: Nadirsyah Hosen

Serambimata.com – Salah satu kegagalan banyak pihak memahami diskursus Islam NUsantara adalah dengan nyinyir seolah-olah warga NU itu anti segala hal berbau Arab. Maka mereka nyinyir kalau melihat tulisan saya mengutip sejumlah kitab Tafsir berbahasa Arab. “Anti-Arab kok mengutip kitab berbahasa Arab!” kata mereka.

Read the rest of this entry

Ngaji Lagi! Hasil Bahtsul Masail Maudhu’iyah PWNU Jatim tentang Islam Nusantara

Serambimata.com – PKS diserang, mereka menghantam. Ajakan kepada warga NU agar tinggalkan PKS melalui tagar #2019GuremkanPKS dan #2019TenggelamkanPKS membuat mereka panik lalu mengangkat kembali isu Islam Nusantara untuk menghantam NU. Bahkan orang-orang NU sendiri yang selama ini menentang konsep Islam Nusantara dan terang-terangan mendukung dan bersimpati pada PKS juga ikut-ikutan menyesat-nyesatkan Islam Nusantara.

Read the rest of this entry

Keren! Sholawat Badar Menggema di Indonesian Idol 2018

Serambimata.com – Ada yang tidak biasa pada acara ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi swasta, Senin (5/3/2018). Ayu Putrisundari, salah satu finalis Indonesian Idol 2018 menyanyikan Shalawat Badar. Bahkan, peserta asal Yogyakarta itu menyanyikan sembari memainkan piano.

Penampilan gadis kelahiran Cilegon 1998 ini langsung menuai pujian, hingga Arman Maulana, salah seorang dewan juri, sepertinya gatal jika tidak turut serta. Ia pun bernyanyi bersama Ayu. Tak hanya mereka berdua, penonton lain, termasuk dewan juri juga turut mengikuti alunan merdu suara Ayu.

Shalawat itu, bagi warga NU, demikian akrab bagi mereka. Pada permulaan acara, biasanya warga dan pengurus NU menyanyikannya setelah Indonesia Raya. Kini kemudian populer juga Ya Lal Wathan, syair yang digubah KH Wahab Hasbullah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj pernah mengatakan, Shalawat Badarmenjadi bagian penting dari Nahdlatul Ulama sejak periode 1960-an. Shalawat itu memiliki spirit perjuangan ahli Badar dalam membantu perjuangan Rasulullah dalam perang pertama umat Islam dan Quraisy.

Menurut Kiai Said, NU memang tidak punya mars khusus.Sholawat Badar kemudian mengisinya, sehingga dilantunkan di acara-acara resmi organisasi NU atau kegiatan kultural warga NU. Semuanya terjadi secara alamiah.”Tidak ada yang mewajibkan, tapi telah menjadi wajib-wajib sendiri,” katanya.

Pada hari lahir ke-85 NU di Gelora Bung Karno, pada 2011 shalawat itu bergema dinyanyikan puluhan ribu Nahdliyin yang hadir.

Masyarakat juga mungkin masih ingat ketika Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih menjadi Presiden RI pada 1999. Para wakil rakyat, itu tanpa komando khusus, menyanyikan Shalawat Badar.

Gus Dur pada saat Muktamar NU ke-28 di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (26-11-1989) menyebutkan bahwa penggubah syair dan lagu Sholawat Badar adalah alm. KH Muhammad Ali Manshur Shiddiq Basyaiban. Konon ia menggubah syair itu saat ia Ketua PCNU di Banyuwangi.

Pada Oktober tahun lalu, PBNU menganugerahkan penghargaan kebudayaan kepadaKH Ali Manshur, penggubah shalawat itu.

(Sumber: NU Online)

Berikut vidionya :

Kini, Giliran Rusia Ingin Belajar Islam Nusantara Berkemajuan

Serambimata.com – Bila disebut Idola mungkin berlebihan, tapi fakta bahwa Islam nusantara menjadi tumpuan harapan untuk terciptanya negara yang damai di dunia tidak bisa dinafikan. Islam Nusantara yang diusung Nahdlatul Ulama (NU) kini diinginkan warga dunia untuk diterapkan di Negaranya masing-masing. 

Read the rest of this entry