Arsip Blog

Jangankan Virus Corona, HIV pun Bisa Disembuhkan dengan Suwuk Aswaja, Bi’idznillah

Gambar Illustrasi: Gus Abdul Ghaffar Chodri saat meruqyah jarak jauh lewat HP android.

Serambimata.com – Setahun lalu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang study program master di Turki di kota K menghubungi saya perihal teman karibnya (orang Turki) yang terlewat nakal.

Read the rest of this entry

Bekam Aswaja, Perpaduan Bekam dan Ruqyah ala Ahlussunnah Wal Jama’ah

Serambimata.com – Salah satu kekhasan dari bekam aswaja adalah perpaduan dua metode pengobatan ala Nabi (tibbun nabawi) sekaligus. Bekam aswaja hanya bisa dilakukan oleh para praktisi yang telah mendapatkan amanah untuk melaksanakan dakwah as syifa bil Qur’an melalui organisai Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA).

Read the rest of this entry

Ruqyah Massal Perdana Bersama Para Praktisi Baru

Ketua JRA LKP Wilayah Tengah Saat Memberikan Penjelasan Tentang JRA dan Teknik Ruqyah Massal

Serambimata.com – Setelah cukup lama tak melaksanakan Ruqyah Massal (Ruqmas), Sabtu, 25 Januari 2020 di Sarinah Institut, jl. Bukit Salju Ardirejo Situbondo, akhirnya Jamiyah Ruqyah Aswaja Laskar Kuda Putih (JRA-LKP) Situbondo dapat melaksanakan kegiatan pengobatan dengan Al Qur’an itu.

Read the rest of this entry

Tak Disangka, Ruqyah Massal Di Masjid Al Mukhtar Dibanjiri Warga

Serambimata.com – Sejak pengurus Ta’mir Masjid Besar Al Mukhtar memutuskan menjadi penyelenggara kegiatan pengobatan dengan terapi Al Qur’an atau Ruqyah Aswaja, saya dan teman-teman praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja Laskar Kuda Putih (JRA-LKP) ragu, akankah kegiatan ruqyah massal (Ruqmas) yang selalu ramai setiap kali digelar di pedesaan akan juga dipenuhi warga bila digelar di kota bahkan di masjid besar sekelas Masjid Al Mukhtar, Mimbaan Panji Situbondo. Maklum, ini pertama kalinya Ruqmas digelar di masjid besar, di kota lagi.

Read the rest of this entry

Ketika Terapy dan Dakwah bil Qur’an Jadi Pilihan

Serambimata.com – Setiap kali melihat acara Ruqyah di salah satu stasiun televisi yang selalu menampilkan orang-orang kesurupan, histeria dan wajah-wajah pesakitan yang menakutkan saya langsung memindah channel ke TV lainnya. Apalagi acara pengobatan Al Qur’an itu dibawakan oleh ustadz-ustadz dari kelompok “minhum” yang meruqyah sambil menyalah-nyalahkan, membit’ah-membit’ahkan dan mensyirik-syirikkan pasien (marqy/marqiyah), bahkan tak jarang bacaan Al Qur’annya masih belepotan.

Read the rest of this entry