Iklan

Arsip Blog

Kepala Kemenag Situbondo: Saya Menjabat Tanpa Beban karena Saya Tak Membayar Sepeserpun

Kepala Kantor Kemenag Situbondo, Drs. H. Misbahul Munir, M.Ag

Serambimata.com – Baru beberapa hari pria yang murah senyum dan ramah itu menjabat sebagai kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Situbondo, tapi siapa sangka dibalik sikap ramah dan ketenangannya itu, ada ketegasan dan keberanian yang tersimpan. Setidaknya hal itu terungkap saat ia menyampaikan ceramah dalam acara pembinaan ASN di lingkungan MAN 2 Situbondo.

Read the rest of this entry

Iklan

Kiai Azaim Klarifikasi Soal Pencantuman Namanya di 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy

Serambimata.com – KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengklarifikasi pencantuman nama dirinya di dalam daftar nama 200 Muballigh yang direkomendasi Menteri Agama. Sikap tersebut ia ungkapkan saat dimintai tanggapan soal kemunculan namanya dalam rilis yang dikeluarkan kemenag, Jumat (18/15/2018) tentang 200 Mubaligh yan terekomendasi. Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu menuturkan bahwa sejak awal dirinya tidak tahu menahu soal pencantuman namanya pada list tersebut.

Read the rest of this entry

Kementrian Agama Rilis 200 Daftar Muballigh Rekomended, Ini Kreterianya

Serambimata.com – Akhirnya Kementerian Agama RI merilis 200 daftar nama Muballigh direkomendasikan dapat mengisi kegiatan kegamaan secara berkualitas terutama di bulan Ramadhan. Nama-nama tersebut dirilis untuk merespon permintaan masyarakat yang menginginkan agar kementerian Agama mengeluarkan nama-nama muballigh yang memenuhi kreteria.

Read the rest of this entry

Soal FDS, Ini Permintaan Kemenag kepada Kemendikbud


Serambimata.com – Pro Kontra penerapan lima hari di sekolah terus bergulir. Dukungan terhadap kebijakan yang kemudian populer dengan istilah FDS ( Full Day School atau Five Days School) tidak kalah kuat dengan gerakan penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2017 tersebut. 

Alasan lebih banyak dampak buruk FDS dari pada dampak baiknya menjadi alasan utama penolakan kebijakan tersebut selain alasan mendasar lainnya, terutama bagi ribuan madrasah diniyah yang disinyalir paling terancam eksistensinya akibat FDS yang mengharuskan siswa berada di sekolah selama 8 jam hingga jam 4 sore itu. 

Lalu, bagaimana tanggapan kementerian Agama (Kemenag) sebagai institusi  yang mengelola dan bertanggung jawab terhadap berbagai lembaga pendidikan keagamaan itu, baik formal maupun non formal? 

Dilansir dari Republika.co.id (11/8/2017), Kemenag meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan (Kemendikbud) memperhatikan aspirasi masyakarat terkait kebijakan full day school (FDS). Pasalnya, penolakan terhadap kebijakan ini semakin menguat di kalangan masyarakat yang aktif di lembaga pendidikan keagamaan dan juga ormas keagamaan.

“Penerapan lima hari sekolah tak sesuai dengan karakteristik dan keragaman lembaga pendidikan di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah pendidikan keagamaan yang sudah berkembang jauh sebelum Indonesia merdeka,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Mastuki di Jakarta, Kamis (10/08).

Menurut Mastuki, karakteristik pendidikan keagamaan Islam di Indonesia sangat unik. Di samping beragam jenisnya, ciri pendidikan keagamaan itu adalah mandiri, berstatus swasta dan milik masyarakat. Kemenag mengelola dan bertanggung jawab terhadap berbagai lembaga pendidikan keagamaan itu, baik formal maupun non formal.  

Tiga di antaranya yang bersinggungan langsung dengan penerapan lima hari sekolah adalah madrasah, diniyah, dan pesantren. Menurut dia, pembelajaran di ketiga lembaga itu sangat unik, khas, dan berorientasi pada pembentukan karakter keislaman yang kental. 

“Lima hari sekolah bukan hanya sulit diterapkan di madrasah, diniyah dan pesantren, tapi juga akan mengacaukan dan berakibat tumpang tindihnya pembelajaran di lembaga-lembaga ini. Makanya, kalau ada ormas Islam yang menolak lima hari sekolah, dapat dimengerti dari sisi ini,” ucapnya.

Mastuki menilai, penerapan lima hari sekolah jika dipaksakan untuk diterapkan di semua lembaga pendidikan, selain tidak produktif juga akan meningkatkan perlawanan dari masyarakat terhadap pemerintah.

Data Kementerian Agama mencatat, setidaknya 233.949 lembaga pendidikan Islam yang berpotensi terkena imbas lima hari sekolah jika dipaksakan untuk diterapkan pada semua level.

Dari jumlah itu, 14.293 pondok pesantren menyelenggarakan sekolah dan madrasah. Selain itu, ada 84.796 Madrasah Diniyah Takmiliyah yang terancam bermasalah dengan pola pembelajaran delapan jam dalam sehari.

Karena itu, Mastuki menyarankan lima hari sekolah tidak dipaksakan kepada masyarakat. Dia berharap Kemendikbud dapat menghargai inisiatif dan kontribusi pendidikan yang telah diselenggarakan masyarakat selama ini. “Lebih baik fokus pada pembentukan karakter yang bisa diterima oleh semua pihak,” katanya.

HUT Kemenag ke-70 Ternodai oleh Tarian di Atas Sajadah

image

Atraksi menari di atas karpet sejadah pada HAB kemenag ke-70 di Kanwil Kemenag DKI Jakarta

Serambimata.com – Entah apa yang ada di benak panitia Hari Amal Bhakti (HAB) ke-70 dan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, sehingga mereka mempunyai ide dan membiarkan para penari berlenggak lenggok di atas sejadah karpet sholat. Tarian itu digelar pada peringatan HUT atau HAB  Kemenag ke-70, 2 Januari lemarin.

Read the rest of this entry