Arsip Blog

Antara Kiai Sahal Mahfudz dan Kiai Afifuddin Muhajir

Oleh: Ahmad Husain Fahasbu

Serambimata.com – Kiai Jamal Makmur, salah seorang santri senior kiai Sahal yang menulis buku tentang pemikiran beliau mengirim pesan pendek kepada saya. Dalam pesannya ia berkata, “Salam takzim untuk Kiai Afifuddin Muhajir, penerus kiai Sahal, ditunggu karangan beliau tentang usul fikih”.

Read the rest of this entry

Tuduhan Munafik dan Larangan Menshalati Janazah Muslim

Spanduk larangan menshalati dan menguburkan janazah pendukung cagub tertentu (Foto: Arrahmah.info & porosindonesia.com)

Serambimata.com – ​Kabar penolakan shalat Janazah seorang nenek bernama Hindun di masjid yang tak jauh dari rumahnya beberapa waktu lalu menjadi viral di berbagai media. Bukan tanpa sebab, menurut berita yang berkembang, penolakan janazah yang meninggal dunia pada Selasa (7/3) lalu itu karena semasa hidupnya al Marhumah diketahui menjadi pendukung dan mencoblos cagub DKI Jakarta yang dianggap kafir dan telah menista agama.  Read the rest of this entry

KH Afifuddin: Menghormati Bendera Itu Perwujudan Cinta Tanah Air Yang Dianjurkan Agama

image

Serambimata.com – Munculnya pendapat dari kelompok-kelompok tertentu yang mengharamkan hormat bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Pancasila mendapat tanggapan dari pakar fiqh KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag. Menurut Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu, orang-orang yang selama ini mengharamkan hormat bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Pancasila sebaiknya ditelusuri, jangan-jangan pandangan sebenarnya bukan karena ajaran agama, tetapi pandangan politik, yaitu mereka yang selama ini tidak mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Read the rest of this entry

KH Afifuddin Muhajir Dianugerahi Penghargaan Nasional Atas Karyanya Kitab Fathul Mujibil Qarib

image

Serambimata.com – Pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah  Sukorejo Situbondo makin diperhitungkan setelah salah satu wakil pengasuhnya Mendapat penghargaan atas karya monomentalnya di bidang ilmu fiqih.

Read the rest of this entry

MENEGUHKAN ISLAM NUSANTARA UNTUK PERADABAN INDONESIA DAN DUNIA (Tulisan KH. Afifuddin Muhajir*)

image

SERAMBIMATA, Istilah Islam Nusantara agaknya ganjil didengar, sama dengan Islam Malaysia, Islam Saudi, Islam Amerika, dan seterusnya, karena bukankah Islam itu satu, dibangun di atas landasan yang satu, yaitu Alquran dan Sunnah. Memang betul Islam itu hanya satu dan memiliki landasan yang satu, akan tetapi selain memiliki landasan nash-nash syariat (Alquran dan Sunnah), Islam juga memiliki acuan maqāṣīd al-syarīʻah (tujuan syariat). Maqāṣīd al-syarīʻah sendiri digali dari nash-nash syariah melalui sekian istiqrāꞌ (penelitian).
Ulama kita zaman dahulu sudah terlalu banyak yang mereka lakukan. Di antaranya adalah melakukan penelitian dengan menjadikan nash-nash syariat, hukum-hukum yang digali dari padanya, ʻillat-ʻillat dan hikmah-hikmahnya sebagai obyek penelitian. Dari penelitian itu diperoleh kesimpulan bahwa di balik aturan-aturan syariat ada tujuan yang hendak dicapai, yaitu terwujudnya kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat.

Read the rest of this entry