Iklan

Arsip Blog

​Ser……….Banser Nasibmu

Serambimata.com – Sebagai Nahdliyyin saya sering bersentuhan dengan Banser. Pengajian rutin, akbar, karnaval, penanggulangan bencan, mantu sampai parkirpun mereka terlibat. Duchhhh…. saya sebagai warga negara merasa “kapiran” kalau tidak ada Banser.

Read the rest of this entry

Iklan

Mengejutkan! Hasil Survei Sebut Banyak PNS yang Anti Pancasila

(Foto: nasional.republika.co.id)


Serambimata.com –  PNS digaji negera karena mereka sudah terikat kontrak dengan negara untuk setia dan melayani masyararakat. Maka wajar saja ketika CPNS dilantik menjadi PNS, mereka disumpah untuk setiap kepada Pancasila, Undang-undang Dasar RI tahun 1945, dan NKRI. 

Read the rest of this entry

KH. Ma’ruf Amin: Ulama Ikhlas Lepas Syariat Demi NKRI

KH. Ma’ruf Amin (foto: nadirhosen.net)

Serambimata.com – NKRI harga mati! Karenanya sangat tepat bila pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti (Perppu) Nomor 02 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (ormas). Di dalam perpu tersebut memuat pembubaran ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, baik aspek substantif atau prosedur. 

Read the rest of this entry

Akhirnya, Pancasila kembali akan Menjadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah

Buku Pendidikan Moral Pancasila (PMP), pelajaran wajib tahun 90-an (Foto: vivapendidikan.com)

Serambimata.com  – Masih ingat mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ?, Di tahun 90-an mata pelajaran ini masih menjadi pelajaran wajib di hampir semua jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Bahkan sebelum pelajaran yang menekankan pada pendidikan moral, etika, dan penanaman cinta pada tanah air itu benar-benar dihapus, Pancasila menjadi materi pokok pada masa orientasi siswa/mahasiswa yang dikenal dengan Penataran Pedoman Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4). 

Read the rest of this entry

Peran Kiai As’ad dalam Penerimaan Asas Tunggal Pancasila 

KH As’ad Syamsul Arifin menyambut Presiden Soeharto pada Muktamar NU di Situbondo, 1984. (Foto: Dok. Istimewa)

Serambimata.com – 18 Maret 1982, meletus bentrokan antara para simpatisan PPP dan pendukung Golkar di Lapangan Banteng, Jakarta. Seperti api yang menjalar, kerusuhan segera merembet ke luar lapangan. Sejumlah toko, mobil, dan gedung dijarah. Buntutnya, 318 orang ditangkap, 274 orang di antaranya pelajar SD hingga SMA. 

Read the rest of this entry